INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG sesi I pada perdagangan Jumat (4/9) ditutup turun 3,1 poin (0,139%) ke level 2.319,15 karena perdagangan sangat sepi, apalagi terjadi tekanan jual.
Hal ini dikatakan analis saham First Asia Capital, Bayu Aji kepada INILAH.COM Jumat (4/9). "Perdagangan cukup sepi selain karena akhir pekan juga tidak adanya sentimen positif yang masuk sehingga perdagangan cenderung flat," katanya.
Hal yang sama juga terjadi pada pasar uang yang bergerak tipis sehingga tidak dapat mendorong penguatan IHSG. Pergerakan IHSG pada sesi II nanti akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan bursa regional. Kalau cenderung turun maka IHSG juga bergerak turun lebih dalam. Namun ada kemungkinan juga bursa regional membawa IHSG kembali ke zona positif.
Volume perdagangan di lantai bursa tercatat mencapai 2 miliar unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 triliun. Untuk saham yang menguat sebanyak 57 saham, 107 saham yang turun dan 47 saham stagnan. Sementara untuk indeks saham LQ-45 turun 0,2 poin ke level 451,02 dan indeks saham JII naik 0,26 poin ke level 375,91.
Adapun saham yang bergerak naik adalah Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 24.000, Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 29.300, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.900, Indocement Tunggal Prakaa (INTP) naik Rp 150 ke 9.400, Ancora Indonesia Resources (OKAS) naik Rp 130 ke Rp 730, United Tractors (UNTR) naik Rp 100 ke 13.250, Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 100 ke Rp 8.500, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 ke Rp 4.150.
Sedangkan saham-sahan yang bergerak turun seperti HM Sampoernia (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 9.650, Adira Dinamika Multi Dinamika (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 4.000, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 100 ke Rp 2.675, Medco Energi International (MEDC) turun Rp 100 ke Rp 2.825, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.825. [hid/cms]