INILAH.COM, Jakarta - Pencarian 'pengantin' alias pelaku bom bunuh diri oleh Noordin M Top kerap membuahkan hasil. Karya teranyar mereka adalah pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Bagaimana caranya agar tak ada lagi pembom bunuh diri di Tanah Air? Wapres Jusuf Kalla punya triknya.
Trik ini disampaikan JK kepada Ketua PBNU KH Said Agil Siradj dalam pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (4/9). JK yang berpengalaman mengatasi konflik Poso, Ambon, dan Aceh ini mengaku tidak punya teori panjang lebar, namun langsung to the point.
"Beliau bilang, kalau Anda mengatakan perbuatan bom bunuh diri dan teori itu akan masuk surga, maka saya mengatakan perbuatan Anda masuk neraka. Itu kata Pak Wapres. Itu katanya cepat menyelesaikan persoalan," tutur Said.
Pria yang akrab disapa Kiai Said ini menilai terorisme berdampak luar biasa. Kecenderungannya yang terkena dampak adalah umat Islam dan agama Islam.
"Padahal dalam Islam tidak mengajarkan aksi bom bunuh diri, atau aksi teror yang lain. Kita semua sepakat bahwa radikalisme dan terorisme itu bukan ajaran Islam," pungkas Said.
Pengebom bunuh diri hasil rekrutan Noordin M Top ternyata diiming-imingi masuk surga dengan cepat, ditambah dengan sambutan 40 bidadari. Ini terungkap dari pengakuan 'pengantin' gagal berinisial ZA yang ditangkap di Cilacap, Jateng. Warga pun diwanti-wanti polisi agar jangan termakan rayuan maut teroris tersebut.
Modus iming-iming surga dan bidadari juga digunakan Imam Samudra saat harus merekrut pengebom bunuh diri untuk operasi pengeboman di Bali pada Oktober 2002. Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas telah dieksekusi mati dalam kasus bom Bali. Dalam surat wasiatnya, ketiganya menyatakan siap dieksekusi mati, karena dengan begitu dapat bertemu dengan para nabi dan menjadi mujahid yang mati syahid, dan bertemu bidadari di surga. [ikl/sss]