Kamis, 17 Mei 2012 | 04:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Trik JK Habisi Pembom Bunuh Diri
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com /Dokumen
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Jumat, 4 September 2009 | 13:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pencarian 'pengantin' alias pelaku bom bunuh diri oleh Noordin M Top kerap membuahkan hasil. Karya teranyar mereka adalah pemboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Bagaimana caranya agar tak ada lagi pembom bunuh diri di Tanah Air? Wapres Jusuf Kalla punya triknya.

Trik ini disampaikan JK kepada Ketua PBNU KH Said Agil Siradj dalam pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (4/9). JK yang berpengalaman mengatasi konflik Poso, Ambon, dan Aceh ini mengaku tidak punya teori panjang lebar, namun langsung to the point.

"Beliau bilang, kalau Anda mengatakan perbuatan bom bunuh diri dan teori itu akan masuk surga, maka saya mengatakan perbuatan Anda masuk neraka. Itu kata Pak Wapres. Itu katanya cepat menyelesaikan persoalan," tutur Said.

Pria yang akrab disapa Kiai Said ini menilai terorisme berdampak luar biasa. Kecenderungannya yang terkena dampak adalah umat Islam dan agama Islam.

"Padahal dalam Islam tidak mengajarkan aksi bom bunuh diri, atau aksi teror yang lain. Kita semua sepakat bahwa radikalisme dan terorisme itu bukan ajaran Islam," pungkas Said.

Pengebom bunuh diri hasil rekrutan Noordin M Top ternyata diiming-imingi masuk surga dengan cepat, ditambah dengan sambutan 40 bidadari. Ini terungkap dari pengakuan 'pengantin' gagal berinisial ZA yang ditangkap di Cilacap, Jateng. Warga pun diwanti-wanti polisi agar jangan termakan rayuan maut teroris tersebut.

Modus iming-iming surga dan bidadari juga digunakan Imam Samudra saat harus merekrut pengebom bunuh diri untuk operasi pengeboman di Bali pada Oktober 2002. Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas telah dieksekusi mati dalam kasus bom Bali. Dalam surat wasiatnya, ketiganya menyatakan siap dieksekusi mati, karena dengan begitu dapat bertemu dengan para nabi dan menjadi mujahid yang mati syahid, dan bertemu bidadari di surga. [ikl/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Bunda Lia Songgo Buwono
Selasa, 15 September 2009 | 18:27 WIB
Apakah yang harus dilakukan jika kutukan zaman datang seperti yang kita alami sekarang ini? Meskipun ia mampu mengungkapkan berbagai kejadian yang mengindikasikan datangnya kutukan zaman, namun tidak memberikan suatu jalan penyelesaian yang konklusif. Maka apakah kita tidak segera Eling, Waspada, dan sabar. Sikap Eling adalah selalu ingat akan jati dirinya adalah mahkluk spiritual, dan mendorong untuk selalu berpegang kepada spiritualitas yang tidak lain adalah inti dirinya yang terdalam. Sikap Waspada mengingatkan dorongan nafsu kearah tepi lingkaran eksistensi selalu ada di setiap sudut kehidupan sehingga kewaspadaan wajib dijaga. Sedang sikap Sabar mendorong manusia untuk menghayati sikap kewaspadaan untuk dapat menanggulangi bahaya nafsu diperlukan pengorbanan, karena kejahatan tidak cukupdengan niat baik. Menyingkap tabir kegaiban suatu tanda gerak jaman yang penuh bahaya – kesusahan bagai utusan TUHAN yang mengabarkan datangnya penderitaan ke bumi. Maratabat Negara tampak tetapi tanpa rupa, rusak tercambik-cambik. Hukum dan aturan diinjak-injak tidak ada lagi teladan yang bijak. Matahari kehidupan bangsa Indonesia seakan hampir padam dunia kini telah penuh bencana.
Anti Teror
Senin, 7 September 2009 | 22:58 WIB
Sudah . . . bikin fatwa aja, teror, ngebom ( bom bunuh diri ) HARAM hukumnya, Aliran RADIKAL Aliran SESAT !!!!!!!
ferdi
Sabtu, 5 September 2009 | 12:31 WIB
masuk neraka iya,itu bukan nya mati syahid,tp mati konyol,...kasiannnn,....
jarwo kuat
Jumat, 4 September 2009 | 13:36 WIB
Preketeeek.....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.