INILAH.COM, Jakarta - Selain membutuhkan dana yang lumayan besar US$60 juta, nasib PT Kertas Kraft Aceh (KKA) juga bergantung kepada Pemerintah Nangro Aceh Darussalam (NAD).
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) menjelaskan dana yang dibutuhkan untuk menghidupkan kembali KKA sekitar US$60 juta. Pemerintah akan mengupayakan berbagai hal untuk mendapatkan dana tersebut, salah satunya dengan melakukan lelang.
"Untuk menghidupkan KKA juga butuh dukungan dari Pemda Aceh, misalnya dalam memperoleh bahan baku. Apakah pemerintah Aceh mengizinkan KKA untuk memotong kayu, kemudian menanamnya kembali. Karena bahan baku perannya sangat penting bagi KKA," jelasnya.
Selain soal bahan baku kayu, bagaimana dengan sumber energinya. Memang ada kemungkinan kalau KKA yang selama ini memakai gas sebagai sumber energi akan berkonversi ke batubara, tetapi untuk konversi masih butuh proses.
Sebelumnya, Sekretaris Kemeterian BUMN Mohamad Said Didu menjelaskan sebelum tanggal 20 Oktober pemerintah merecanakan untuk melelang KKA demi mendapatkan dana segar US$60 juta. Menurut perhitungan PT Perusahaan Pengelolah Aset (PPA) dana US$60 juta sangat diperlukan untuk menghidupkan kembali KKA.[hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !