INILAH.COM, Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) lewat anak usahanya, PT Indonesia Bulk Terminal (IBT) telah menandatangani fuel facilities agreement dengan PT Shell Indonesia (Shell) untuk menunjang pertumbuhan lalu lintas di Terminal IBT.
Ini bertujuan untuk menambah pendapatan dari kegiatan operasional fetty curah cair.
Perjanjian tersebut ditandatangani di jakarta pada 1 September 2009 oleh Chia Ah Hoo sebagai Presiden Direktur IBT dan Darwin Silalahi, Presiden Direktur dan Country Chairman PT Sheel Indonesia. Menurut Presiden Adaro, Garibaldi Thojir dalam keterbukaannya ke BEI, Jumat (4/9) mengatakan perjanjian tersebut merupakan bagian dari komitemen Perseroan untuk meningkatkan efisiensi dari rantai pasokan batubara serta untuk mengembangkan lebih lanjut potensi serta kinerja usaha dari anak usahanya.
IBT secara tidak langsung dimiliki 100% Adaro serta merupakan operator dari pengguna umum Terminal Batubara di Pulau Laut yang terletak di sebelah selatan Pulau Laut. Pelabuhan IBT memiliki kapasitas yang dapat memuat 12 juta ton batubara serta dapat mengakomodasi kapal dengan ukuran sampai dengan 80 ribu DWT (dead weight tonnes).
Sementara Chia Ah Hoo menyatakan pilihan Shell untuk membangun tangki bahan bakar di wilayah IBT merupakan bukti dari kepercayaan dan efisiensi IBT. "Kami berharap kerjasama ini dapat memperkuat hubungan yang saling menguntungkan," ujarnya.
Dengan banyaknya kegiatan pemuatan kapal yang dialihkan ke Taboneo, di mulut Sungai Barito, IBT menjalankan strategi pengembangan usaha dan pemasaran untuk mempertahankan dan meningkatkan keuntungan usaha. Kegiatan usaha terminal curah cair merupakan bagian dari rencana pengembangan IBT.
Darwin Silalahi mengutarakan kemitraan bersama IBT serta investasi untuk pembangunan tangki bahan bakar ini merupakan langkah penting bagi strategi pengembangan usaha di Indonesia.
Proyek fasilitas tangki bahan bakar ini telah mendapatkan dukungan penuh dari mitra pengembangan IBT yaitu otoritas pengelola pelabuhan nasional, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo III). Shell akan membangun terminal penyimpanan bahan bakar dengan kapasitas minimum 60 ribu ton di area fasilitas tangki bahan bakar yang dimiliki IBT di Pulau Laut, kalimantan Selatan.
IBT akan membangun fasilitas bersama lainnya di area Terminal IBT, yang akan digunakan oleh Shell dan diperuntukkan untuk mengisi dan mengeluiarkan (loading and uploading) produk bahan bakar dari fasilitas penyimpanan bahan bakar ke kapal atau tongkang.
Shell akan memiliki, memelihara, dan mengoperasikan fasilitas penyimpanan bahan bakar sampai 2022 atau lebih awal sesuai dengan kesepakatan kedua pihak, yang kemudian akan dialihkan ke IBT. Setelah pengalihan tersebut, Shell tetap dapat menggunakan fasilitas untuk penyimpanan dan penanganan bahan bakar.
Shell akan membiayai, merancang, membangun, memiliki, mengoperasikan dan memelihara fasilitas penyimpanan bahan bakar, sedangkan IBT akan melakukan hal yang sama untuk fasilitas yang digunakan bersama. Adapun, estimasi biaya keseluruhan dari proyek ini ada sekitar US$40 juta. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !