inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Astra Menopang, Bakrie Menekan IHSG

Headline
inilah.com/Raya Abdullah
Oleh: Asteria
Jumat, 4 September 2009 | 16:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta Setelah bergerak volatile, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini ditutup flat. Merosotnya saham Grup Bakrie ikut menekan pergerakan bursa. Namun, di lain sisi, penguatan saham Grup Astra cukup membantu IHSG.
Pada perdagangan Jumat (4/9) IHSG ditutup naik tipis 0,490 poin (0,02%) ke level 2.322,736. Indeks saham unggulan LQ 45 menguat tipis 0,091 poin (0,02%) ke 451,328 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,41% menjadi 377,21.
Setelah dibuka menguat 0,43% ke level 2.332 menyusul rebound yang terjadi di bursa Wall Street, bursa saham Indonesia bergerak turun hingga sesi siang bertengger di angka 2.319. Pelemahan terus berlanjut akibat tekanan aksi jual investor. IHSG pun akhirnya ditutup mendatar di angka 2.322.
IHSG sempat melemah seiring tekanan jual para pelaku pasar, menyusul kekhawatiran menjelang akhir pekan. Namun, sentimen positif dari kenaikan bursa Wall Street dan teknikal rebound bursa China yang mengerek naik sebagian besar bursa Asia, menambah daya IHSG hingga bisa bergeser ke zona positif.
Para pelaku pasar masih sulit menentukan arah investasi yang tepat hingga perdagangan hari ini berakhir flat, kata analis Bhakti Securities Budi Ruseno. Bursa AS dinihari tadi berakhir menguat, setelah melemah selama 4 hari berturut-turut. Hal ini dipicu angka penjualan retail yang lebih baik dari estimasi pasar. Laporan ISM sektor jasa Agustus naik menjadi 48,4 dari sebelumnya 46,4.
Sementara itu, lanjut Budi, pasar masih mengkhawatirkan memburuknya bursa Wall Street nanti malam. Investor mencermati data nonfarm payrolls AS yang akan menunjukkan seberapa besar langkah pemulihan ekonomi. Selain angka unemployment rate AS yang diestimasi naik menjadi 9,5% ketimbang 9,4% pada Juli.
Semua sektor di lantai bursa bergerak variatif, dengan kisaran terbatas. Sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 0,9%, disusul sektor industri dasar yang naik 0,7%, perkebunan 0,4%, finansial, manufaktur dan perdagangan masing-masing 0,3%.
Sedangkan sektor properti memimpin pelemahan bursa, dengan turun 0,8%, disusul sektor infrastruktur 0,6%, konsumer 0,5% dan tambang yang melemah 0,3%
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan 3,812 miliar saham senilai Rp 2,723 triliun dengan total transaksi 72.343 kali. Sebanyak 83 saham naik, 110 saham turun, dan 64 saham stagnan.
Saham Grup Bakrie yang terpantau melemah, cukup aktif diperdagangkan dan ikut menyumbangkan pada pelemahan bursa. PT Bakrie & Brothers (BNBR) turun 2,94% menjadi Rp 132, PT Bumi Resources (BUMI) melemah 0,86% ke Rp 2.875 dan PT Bakrie Telecom (BTEL) turun 2,09% ke level Rp 140.
Sedangkan saham Grup Astra mengkontribusi kenaikan bursa, dengan bertengger di jajaran top gainer. Saham PT Astra International (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 29.400, PT United Tractors (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 13.400, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.900.
Emiten lain yang mengalami penguatan di antaranya PT Indo Tambangraya Megah (IMTG) naik Rp 550 menjadi 24.000, PT Indocement (INTP) naik Rp 250 menjadi Rp 9.500, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 75 menjadi Rp 4.125, PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 ke Rp 2.325, dan PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 12.900.
Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Indofood (INDF) turun Rp 125 menjadi Rp 2.650, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 ke Rp 7.100, PT International Nickel (INCO) turun Rp 75 menjadi Rp 4.225, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 75 ke Rp 3.325.
Investor di bursa regional juga menanti data ekonomi AS, sehingga bergerak variatif. Bursa saham Tokyo berakhir melemah akibat besarnya tekanan jual Daiwa Securities Group atas kemungkinan menyusutnya kesempatan bisnis perseroan. Indeks Nikkei turun 27,53 poin (0,3%) pada level 10.187,11 dan indeks Topix turun 7,03 poin (0,8%) pada level 935,74.
Bursa saham Korea mengalami penurunan akibat aksi profit taking di saham unggulan teknologi dan otomotif. Indeks Kospi turun 4,63 poin (0,3%) pada level 1.608,90, indeks Hang Seng terangkat 556,94 (2,82%) menjadi 20.318,62, dan Straits Times menguat 14,52 (0,56%) di posisi 2.612,88.
Sedangkan bursa China menguat paska otoritas perbankan menyatakan akan mengambil tindakan untuk menstabilkan pasar. China menuturkan, capital requirements (syarat kelayakan modal) perbankan akan diterapkan bertahap. Hal ini meredam kekhawatiran pengetatan kredit perbankan. Indeks komposit Shanghai naik 0,6% pada 2.861,61, setelah mencapai intraday tertinggi di 2.875,98.
Adapun bursa saham Eropa bergerak menguat didukung penutupan positif bursa Wall Street kemarin dan kenaikan harga emas dan logam di Asia overnight. Indeks Dow Jones Stoxx 600 naik 0,8% pada 232,73, indeks FTSE 100 di London menguat 1% pada 4.844,57, indeks DAX di Frankfurt naik 0,9% ke 5.350,81, dan indeks CAC-40 di Paris naik 0,7% pada 3.580,12. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.