INILAH.COM, Jakarta Di tengah pelemahan bursa, saham PT Bumi Resources (BUMI) masih dapat membukukan kenaikan tipis sebesar 3,4% pekan ini. Kesediaan New Age World Limited, menerima tawaran akuisisi BUMI, berhasil mengangkat harga saham ini.
BUMI mengawali perdagangan hari pertama, dengan turun Rp 75 ke level Rp 2.900, seiring memburuknya sentimen eskternal. Anjloknya indeks bursa Shanghai untuk sekian kalinya, memicu aksi jual saham di bursa Asia.
IHSG pun harus turun 1,50% ke level 2.341,537 dimotori turunnya saham-saham kapitalisasi besar seperti TLKM, BBRI, BBCA, INCO, BUMI, ANTM dan INDF.
Koreksi BUMI dipicu jatuhnya harga minyak mentah ke level US$ 72,61 per barel, seiring naiknya cadangan BBM distilasi AS. Pada periode yang berakhir 21 Agustus lalu, cadangan BBM minyak distilasi termasuk solar di AS mengalami peningkatan mencapai 162.3 juta barel, angka tertinggi sejak 1983.
Koreksi terus berlanjut pada Selasa (1/9), dimana BUMI ditutup turun Rp 75 ke Rp 2.825, setelah menyentuh angka terendah sepanjang perdagangan di Rp 2.775. Pelemahan BUMI disebabkan anjloknya saham komoditas, menyusul turunnya harga minyak dunia menembus level US$ 70 per barel.
Pasar juga mengkhawatirkan perlambatan pinjaman di China yang dapat melempar negara konsumsi energi kedua terbesar dunia itu keluar dari pemulihan ekonomi.
Sementara angka inflasi Agustus yang sesuai ekspektasi, juga memicu aksi profit taking investor. IHSG pun ditutup turun 0,62% ke level 2.362,914. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus 2009 mencapai 0,56%, inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) sebesar 1,22%. Sedangkan untuk inflasi tahunan (YoY) adalah 2,75%.
Sentimen ini meredam pernyataan manajemen BUMI yang mengaku tertarik untuk membeli tambang batubara di Kalimantan Tengah milik BHP Billiton. Sebagai perusahaan publik, BUMI meyakinkan akan selalu mengikuti segala ketentuan yang diatur dalam UU pasar modal.
"Namun keberhasilan pembelian tersebut sangat bergantung kepada persetujuan baik penjual, pemerintah maupun pemegang saham," kata Senior Vice Presiden, Investor Relations, Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, saat itu.
Hari berganti, namun saham favorit BUMI terus merosot. Pada Rabu (2/9), BUMI bahkan terkoreksi Rp 100 (3,5%) ke level Rp 2.725. Emiten ini mencatatkan nilai transaksi terbesar pekan ini Rp 1,024 triliun dan menyumbang 27% dari nilai transaksi bursa yang mencapai Rp 3,8 triliun.
IHSG juga berakhir turun 1,76% ke level 2.285,925, seiring koreksi Wall Street yang melemah akibat kekhawatiran sektor perbankan. Aksi jual kian marak, terutama terhadap saham-saham komoditas, usai anjloknya harga minyak dunia ke US$ 68,05 per barel.
Jatuhnya harga saham BUMI juga dipicu menyeruaknya kabar bahwa tiga Direktur Independen Herald Resources, yakni Andrew Wilson, Brian Hurley, dan Kames Dracopoulus menyarankan pemegang saham menolak penawaran tender Calipso Investment Pte Ltd, anak usah BUMI, untuk sisa saham Herald Resources sebanyak 15,58%, karena dinilai terlalu rendah.
Melalui suratnya kepada Bursa Efek Australia, mereka mengutarakan, nilai penawaran tender BUMI sebesar A$ 0,70 per saham, hanya seperempat dari harga pembelian 2008 senilai A$ 2,85 per saham.
Sementara, SVP Investor Relation BUMI Dileep Srivastava menuliskan, manajemen BUMI mengharapkan dapat memiliki saham Herald. "Kami pasti memilikinya," tulis Dileep singkat dalam pesan tertulisnya kepada INILAH.COM.
Setelah 3 hari merosot, IHSG pada Kamis (3/9) akhirnya berhasil menguat 36,321 poin (1,59%) ke level 2.322,246, seakan terlepas dari koreksi bursa Wall Street dan merosotnya harga minyak dunia dalam dua pekan, di level US$ 68,25 per barel. Investor memburu saham-saham yang sudah murah.
Hampir semua sektor terpantau menguat, dipimpin saham tambang 3,07%. Saham-saham yang memberi sumbangan penguatan terbesar antara lain BUMI (6,42%), TLKM (1,82%), INDF (6,73%), PGAS (1,49%), dan BMRI (1,25%)
BUMI melonjak Rp 175 ke level Rp 2.900, dengan menyumbangkan nilai transaksi sebesar Rp 830 miliar, atau 20,4% nilai transaksi bursa yang mencapai Rp 4,07 triliun. Penguatan juga dipicu kabar New Age World Limited, salah satu pemegang saham Herald, berniat menerima tawaran BUMI sebesar A$ 0,70 per saham.
Syaratnya adalah tidak ada tawaran harga lain yang lebih tinggi. New Age memiliki 8,2% atau 16,53 juta saham Herald. Oleh karena itu, sisa saham yang dibutuhkan Calipso tinggal 7,65% saham Herald.
Pada perdagangan di penghujung pekan, BUMI tidak berhasil mempertahankan penguatannya dengan terkoreksi Rp 25 ke level Rp 2.875. Pelemahan ini dipicu merosotnya saham sektor tambang sebesar 0,3%, seiring turunnya harga minyak mentah di US$ 68,19 per barel.
Koreksi BUMI menghambat penguatan IHSG sehingga hanya ditutup naik tipis 0,02% ke level 2.322,736. Pasalnya, dari total nilai transaksi bursa yang sangat tipis sebesar Rp 2,7 triliun, BUMI menyumbang sebesar Rp 603 miliar atau 22%. [E1]