inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Antibodi Baru Cegah Virus HIV AIDS

Oleh:
Sabtu, 5 September 2009 | 09:49 WIB
INILAH.COM, Los Angeles - Beberapa peneliti di AS telah menemukan antibodi yang dapat mencegah virus HIV menggandakan diri di dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit parah.

Apa yang disebut antibodi yang sangat menetralkan dapat menghalangi tindakan banyak rangkaian HIV, virus yang bertanggung jawab atas AIDS. Demikian satu pernyataan dari sebuah studi yang diselenggarakan oleh satu tim peneliti berpusat di Scripps Research Institute di La Jolla, Los Angeles.

"Temuan itu, hasil dari hampir dua dasawarsa pencarian sia-sia bagi satu vaksin guna menanggulangi virus AIDS, dapat menjadi kunci bagi pengembangan satu vaksin," kata studi itu, yang disiarkan di dalam jurnal Science, Jumat.

"Antibodi itu dapat berpotensi digunakan sebagai perawatan bagi perawatan pasien yang terinfeksi dan mengembangkan penyakit parah," kata para peneliti itu.

Antibodi itu mengincar satu bagian HIV yang selama ini tak dipertimbangkan oleh banyak peneliti dalam pekerjaan mereka untuk menemukan vaksin.

Terlebih lagi, sasarannya adalah bagian virus yang relatif stabil yang tidak terlibat dalam mutasi luas sehingga membuat HIV mampu meloloskan diri dari obat antivirus serta vaksin percobaan sebelumnya, kata studi tersebut.

"Ini adalah pembukaan seluruh daerah baru ilmu pengetahuan," kata Dr Seth F Barkley, Presiden dan Kepala Pelaksana "International AIDS Vaccine Iniative", yang mendanai dan mengkoordinasikan penelitian itu.

Untuk menemukan antibodi yang menetralkan itu, para peneliti mengumpulkan contoh darah dari lebih 1.800 orang di Thailand, Australia dan Afrika yang telah terinfeksi HIV selama sedikitnya tiga tahun tanpa infeksi yang berlanjut jadi sakit parah

Orang-orang itu diduga sangat mungkin menghasilkan antibodi yang ikut-campur dalam perkembang-biakan virus tersebut.

Para peneliti itu akhirnya memisahkan dua antibodi, yang disebut PG9 dan PG16, dari seorang pasien berkebangsaan Afrika. Kedua antibodi itu mampu menghalangi kegiatan sebanyak tiga-perempat dari 162 rangkaian terpisah HIV mereka ujicoba lagi.

Para peneliti itu masih harus melewati jalan panjang untuk menghasilkan vaksin, tapi mereka mungkin telah memiliki peta jalan ke arah dihasilkannya satu vaksin. [*/lia/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.