INILAH.COM, Jakarta - Jika betul Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi menteri SBY, itu sebuah preseden yang mengerikan. Prabowo sama saja bunuh diri menyerahkan diri kepada SBY.
"Kalau itu terjadi ini sebuah preseden yang sangat buruk atau bahkan mengerikan. Prabowo selama ini anti-neolib, kalau dia menyerahkan diri ke SBY sama saja namanya bunuh diri politik," kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Surakarta Aidul Fitriciada saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Minggu (6/9).
Aidul mengatakan, dengan menjadi Mentan SBY, Prabowo sudah menanggalkan konsep ideologi yang dibangun selama ini. Prabowo menjadikan dirinya terbawa paham oportunis, bukan lagi pragmatis.
"Kalau betul kenyataan, saya kira sikap SBY itu cenderung mengakomodasi kepentingan politik semata, bukan kinerja. Meski menjadi Ketua HKTI, latar belakang Prabowo kan militer, bukan pertanian," paparnya.
Jadi, lanjutnya, jelas SBY bukan memilih berdasarkan pertimbangan keahlian. Padahal, Prabowo punya peluang lebih cemerlang tanpa harus menyerahkan diri kepada SBY. "Saya kira satu-satunya tokoh yang punya determinasi ideologi yang jelas, Prabowo punya peluang yang luar biasa. Saya kira ia harus bertahan," kata Aidul. [ikl/ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !