INILAH.COM, Jakarta - Masuknya Prabowo Subianto dalam bursa kabinet mendatang sebagai Menteri Pertanian dinilai akan semakin menurunkan citranya. Karena Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut sebelumnya sudah menurunkan kadar targetnya.
"Apalagi program politik antara Gerindra dan Demokrat sudah berbeda jauh. Bagaimana itu bisa sama. Yang menjadi kekagetan adalah Prabowo dulu ingin menjadi capres, lalu turun wapres dan sekarang menteri, tambah turun," sebut pengamat poltik dari LIPI Lili Romli kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (6/9).
Menurut Lili, dengan melihat karakteristik Prabowo yang bertentangan dengan SBY, maka kecil kemungkinan mau bergabung dengan kabinet. "Meskipun itu hak Gerindra dan Prabowo," katanya.
Kalau benar Prabowo masuk dalam kabinet, maka tuduhan jika partai hanya untuk mencari kekuasaan akan makin dibenarkan. Tidak ada idealisme dan ternyata perbedaan begitu cair, atau partai Gerindra sama dengan partai lainnya.
"Seharusnya Gerindra menepatkan diri sebagai partai di luar pemerintahan. Masih banyak hal yang dilakukan untuk mencari kekuasaan, jangan cara instan seperti itu. Harusnya berjuang melalui keringat dong," ujar
Menurut Lili, pencapaian Partai Gerindra dalam pemilu legislatif sudah luar biasa. Yakni sebagai partai baru yang langsung bisa lolos parlementary treshold 2,5 persen. Dalam 5 tahun pemerintahan berikutnya Gerindra bisa memberikan alternatif tentang ekonomi kerakyatannya atau perhatian kepada wong cilik. [mvi/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !