INILAH.COM, Jakarta - China sudah mengakui usaha Google untuk memfilter pornografi dari hasil pencariannya, menyusul kritik tajam dari negara tesebut.
Perseteruan dengan Beijing mereda pada Juli lalu setelah badan sensor pemerintah bertemu dengan Google dan mencabut beberapa larangan beberapa fiturnya di situs tersebut, kata Kai-Fu Lee, mantan Presiden Google China diblognya.
Di bulan Juni, media milik pemerintah dan lembaga sensor mengkritisi Google karena memperbolehkan link pornografi muncul di hasil pencarian Google.cn, portal Google khusus China.
Negara itu juga menghalangi seluruh akses menuju Google.com dan situs web Google lainnya, serta memerintahkan perusahaan tersebut untuk menghentikan "layanan pencarian situs asing" sampai link tersebut dihapuskan.
Google.cn telah lama menyaring beberapa hasil pencarian yang sensitif. Mesin pencarian itu menampilkan pemberitahuan beberapa hasil pencarian telah disaring, misalnya "Tiananmen". Lapangan di sekitar Beijing lokasi di mana tentara membunuh ratusan orang saat membubarkan demonstrasi pada 1989, termasuk pencarian untuk nama-nama pemimpin politik besar.
Saat ini mesin pencari itu juga tidak menampilkan hasil pencarian untuk "Xu Zhiyong," nama seorang pengacara hak asasi manusia yang ditahan pemerintah sebulan lalu. Hasil dari pencarian tersebut akan mengatakan "konten tidak memenuhi hukum yang berlaku, dan hasilnya tidak akan ditampilkan.
Jubir Google mengatakan bulan lalu "sebagai perusahaan global, kami harus menuruti hukum yang berlaku, peraturan dan kebijakan.
Sementara Baidu, perusahaan pencarian yang dominan di China dan kompetitor Google di negara tersebut, juga menyaring hasil pencarian dan memberitahu penggunanya jika telah melakukan pencarian yang sensitif.[ito]