inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Hidayat: Nomad Jatuh Itu Teguran Keras

Headline
Hidayat Nurwahid - inilah.com /Dokumen
Oleh: Windi Widia Ningsih
Selasa, 8 September 2009 | 12:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pesawat intai maritim Nomad TNI AL jatuh di Kaltim. 4 Orang tewas dan 5 lainnya cedera. Insiden itu dianggap sebagai teguran keras bagi TNI dan DPR agar menghadirkan anggaran yang cukup. Jangan sampai putra terbaik bangsa terus menerus meninggal karena kecelakaan pesawat.

"Saya berharap peristiwa ini teguran yang sangat keras bagi rekan-rekan TNI dan DPR untuk menghadirkan anggaran cukup, sehingga TNI cukup meremajakan pesawat-pesawatnya, tidak kemudian para putra terbaik bangsa meninggal bukan pada tugas yang semestinya. Saya berharap ini untuk yang terakhir kalinya dan jangan terulang lagi," ujar Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (8/9).

Rekan-rekan di Komisi Anggaran, lanjut dia, tentu harus mempertimbangkan betul peristiwa jatuhnya pesawat-pesawat itu dan dimungkinkan untuk meremajakan. TNI juga harus melakukan perawatan yang sangat ketat sehingga anggaran yang diberikan lebih efektif untuk penyegaran pesawat-pesawat TNI.

"Pasti kita berduka korban yang kesekian kalinya milik angkatan bersenjata kita. Tentu ini mengharuskan segera suatu kebijakan yang betul-betul operasional untuk sikap preventif menyelamatkan masalah kita dan masalah TNI kita melalui mekanisme yang sangat tepat," kata Hidayat.

Selain itu, lanjut dia, harus ada mekanisme ketat perawatan pesawat-pesawat itu dan juga alokasi anggaran untuk maintenance dan pengadaannya.

Apa TNI tidak melakukan perbaikan? "Saya tidak yakin tidak ada perbaikan. Mana mungkin mereka merelakan pesawat mereka jatuh dan prajurit terbaik mereka meninggal. Tidak mungkin tiap tahun mereka membina prajurit terbaik mereka tapi membiarkan mereka meninggal begitu saja," pungkas Hidayat.

Nomad dilaporkan jatuh di daerah Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau RT 03 Kabupaten Bulungan, Kaltim pada Senin 7 September. Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim.

Pesawat itu mengangkut 3 awak serta 6 penumpang. 3 Awak pesawat itu adalah pilot Lettu Erwin, kopilot Lettu Saiful, dan kru teknisi Serma Sodikin. Dalam insiden ini, 4 orang dilaporkan tewas, dan 5 korban lainnya cedera dan dirawat di RS AL Tarakan. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.