INILAH.COM, Jakarta - Komisi I yang mengurusi soal Pertahanan dan Kemanan seyogyianya dapat langsung bereaksi menyikapi jatuhnya kembali pesawat TNI. Namun, karena sudah mau lengser, banyak anggota Komisi I yang cuek dan membolos dari Senayan.
"Anggota Komisi I ini absennya tinggal seperempatnya, tidak ada yang banyak diharapkan oleh komisi I periode ini, karena masa baktinya akan berakhir dalam beberpa pekan ke depan," ujar anggota Komisi I Yuddy Chrisnandi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Menurut Yuddy, persoalan perbaikan alutsista TNI ini akan sangat tergantung dari kesadaran pemerintah dan pemahaman dari anggota komisi I berikutnya. Karena dari seluruh komisi I saat ini, tidak lebih dari 10% saja yang terpilih kembali.
"Ya kita berharap anggota komisi I berikutnya memiliki pemahaman terhadap persoalan TNI khususnya pemahaman persiapan alusista sehingga mereka memiliki kepedulian dan kehendak politik untuk bisa memperbaiki ini. Tapi kalau mereka tidak punya pemahaman, tidak punya pengetahuan ya wasalam," ungkapnya.
Nomad dilaporkan jatuh di daerah Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau RT 03 Kabupaten Bulungan, Kaltim pada Senin 7 September. Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim.
Pesawat itu mengangkut 3 awak serta 6 penumpang. 3 Awak pesawat itu adalah pilot Lettu Erwin, kopilot Lettu Saiful, dan kru teknisi Serma Sodikin. Dalam insiden ini, 4 orang dilaporkan tewas, dan 5 korban lainnya cedera dan dirawat di RS AL Tarakan. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !