INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPR periode 2004-2009 akan memaksakan sisa waktunya untuk merampungkan pembahasan RUU Rahasia Negara. Saking kreatifnya, DPR pun dinilai bak sulap, akrena membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
"Saya nggak tahu ya, kadang-kadang DPR ini banyak sulap ya, sesuatu yang nggak mungkin bisa jadi mungkin, sesuatu yang paling gampang diselesaikan tidak selesai-selesai," seloroh anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Jadi, menurut dia, dirinya tidak tahu apakah termasuk tidak setuju dalam pembahasan RUU Rahasia negara. Apalagi pembahasannya dilakukan secara terburu-buru dan dipaksakan penyelesaiannya. "Sehingga saya tidak masuk dalam panja RUU rasiaha negara," ujarnya.
Karena itu, lanjut Yuddy, jika RUU rahasia negara tidak sesuai dengan yang diharapkan publik atau kontroversi, dirinya tidak ikut merasa bertanggungjawab. Karena dirinya sejak awal telah mengatakan RUU Rahasia Negara tidak urgen untuk dipaksakan selesai pada periode ini.
"RUU rahasia negara harus dibahas secara konfrehensif dengan mendengarkan pendapat-pendapat publik dan juga menyesuaikan dengan UU publik yang berlaku. Jadi jagan sampai ada pasal-pasal yang mengebiri kepentingan publik untuk mendapat informasi," jelas Yuddy. [jib]