INILAH.COM, Jakarta - Komisi I menilai, jatuhnya kembali pesawat milik TNI telah membuktikan audit alutsista TNI yang dilakukan pemerintah tidak benar-benar dilaksanakan. Seandainya saja audit alutsista TNI dilakukan dengan serius maka, tingkat kecelakaan pesawat berkurang.
"Audit alutsista yang dilakukan untuk melihat sejauh mana kemajuan operasional, itu pasti audit tidak benar. Kalau auditnya benar tinggal dilihat apakah kesalahan jatuhnya itu karena human error atau technical error," ujar anggota Komisi I Yuddy Chrisnandi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Menurut Yuddy, bila dikarenakan human error, sehebat apapun pesawat seperti pesawat-pesawat tempur di luar negeri jatuh itu karena human error, karena tidak menguasai sistem navigasi. Tapi kalau technical error, itu bisa diakibatkan karena masalah alat yang tidak memadai, perawatan yang begitu minim, usia pesawat yang sudah tua.
"Artinya pihak-pihak tertentu harus bertanggung jawab, pihak-pihak yang melakukan audit alusista TNI sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya," katanya
Bila kesalahan human error, sambungnya, masih bisa dimaklumi, tapi kalau akibat technical error artinya pelaksana alusista tidak betul. "Artinya pemerintah sifatnya hanya bicara belakang tidak melakukan audit alusista bagi keamanan terbang, kalau sudah begini yang dirugikan personil TNI, yang sudah digembleng, disiapkan untuk kualitas yang handal disia-siakan begitu saja. Lalu kita kehilangan aset dari pesawat itu sendiri, jadi yang salah adalah pihak TNI atas audit alutsista itu," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !