INILAH.COM, Aix-en-Provence Tak kuat menanggung beban utang, pasangan asal Prancis ini berkomplot untuk menghabisi dua buah hati merek yang masih berusia enam dan delapan tahun. Bahkan, bayi yang sedang dikandung sang istri juga tak bernyawa ketika lahir beberapa hari kemudian.
Saya tak bersalah, saya sangat mencintai anak-anak kami. Mana mungkin saya melakukan hal ini, ujar sang istri, Marie-Helene Martines di pengadilan, seperti dikutip news.com.au, Selasa (8/9). Sebaliknya, pengakuan itu dibantah oleh sang suami, Jean-Paul Steijns.
Saya sadar ikut ambil bagian dalam tindakan mengerikan itu, yang akhirnya mengorbankan nyawa ketika anak kami. Seharusnya saya bisa mencegah semua ini terjadi dan tak melibatkan istri saya, kata Steijns.
Pasangan ini memutuskan untuk meracuni buah hati mereka pada 2005 agar bisa selamat dari utang-utang yang membelit. Sang suami mengaku itu semua ide istrinya agar mereka tak kehilangan apartemen di Kota Marseille setelah beberapa bulan menunggak sewa.
Tubuh membusuk kedua anak pertama ditemukan sebulan kemudian di dalam mobil. Ia meracuni mereka sebelum tidur dan memakan racun tersebut untuk membunuh kandungannya.
Saat terbangun, dua anaknya tak bernyawa dan si jabang bayi sudah keluar dari perutnya tak bernyawa. Pasangan itu kini saling tuding di pengadilan mengenai siapa yang menjadi dalang pembunuhan tersebut. [vin]