INILAH.COM, Yogyakarta - Bukan hanya partai politik yang gemar bersosialisai, jilbab juga bisa dikampanyekan. Di Malioboro, Yogyakarta, ada bagi-bagi jilbab gratis untuk para pejalan kaki bagi kaum Hawa. Cihuy!
"Aksi membagikan jilbab dalam rangkaian memperingati Hari Jilbab International ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimah untuk selalu membumikan jilbab," kata Ketua Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) DIY Ida Nur Laely di Yogyakarta, Selasa (8/9).
Dituturkan dia, dalam rangka memperingati Hari Jilbab Internasional, FSLDK membagi-bagikan 1.000 jilbab gratis kepada para muslimah. Kegiatan ini juga sebuah upaya untuk membumikan jilbab.
"Kaum muslimah diharapkan mampu menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim sejati. Dengan jilbab, seseorang telah menunjukkan identitasnya serta semakin meretas kemuliaan dan eksistensinya sebagai muslimah yang selalu menebarkan manfaat bagi orang lain," paparnya.
Selain itu, lanjut dia, FSLDK DIY juga mendesak pemerintah agar konsisten dalam menjalankan perundang-undangan terkait pornografi dan pornoaksi. UU Pornografi dan Pornoaksi seakan sudah tenggelam, pemerintah tidak konsisten untuk menjalankan perundang-undangan tersebut.
"Dengan jilbab, segala bentuk pornografi dapat ditekan sedemikian rupa, tentunya dengan cara berjilbab yang bagus dan benar sesuai syariat Islam," kata Ida.
Massa FSLDK membagikan jilbab kepada perempuan di sepanjang Jalan Malioboro, baik di sisi timur maupun barat. Sebelum membagikan jilbab, massa FSLDK DIY berkumpul di taman parkir Abu Bakar Ali dan kemudian dengan berjalan kaki menuju kawasan Malioboro. [*/ikl]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !