inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PKS Desak BPK Percepat Audit Century

Headline
Anis Matta - inilah.com /Dokumen
Oleh: Ritno Hendro Irianto
Rabu, 9 September 2009 | 15:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mempercepat audit investigasinya atas kasus Bank Century. Dengan begitu ada kepastian hukum dan masyarakat segera mendapat gambaran yang transparan soal bail-out itu.

Masyarakat menanti kepastian apakah pemberian bantuan likuiditas telah sesuai prosedur atau ada kepentingan politik didalamnya. "Karena itu, audit investigasi BPK atas Bank Century sebaiknya dipercepat untuk memberi kepastian hukum," kata Anis Matta di Jakarta, Rabu (9/9).

Kader PKS yang diplot menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 ini menilai, bantuan likuiditas terhadap Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun telah menimbulkan berbagai spekulasi. "Ini bisa membingungkan masyarakat. Karena itu dengan dibukanya hasil audit bisa menjawab kebingungan masyarakat," tegasnya.

Kasus Bank Century belakangan ini menjadi polemik setelah terkuak bantuan yang diberikan jauh lebih besar dari jumlah yang disetujui oleh DPR. Kasus ini juga menjadi polemik tersendiri antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Anis juga meminta semua pihak menahan diri untuk memberi komentar, sebelum hasil audit BPK tersebut diumumkan kepada publik. "Sebaliknya kita berharap agar BPK tidak menutup-nutupi hasil audit, karena takut akan dampak politiknya. Dengan begitu proses politiknya lebih jelas dan adil," tegasnya. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.