inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Lemahnya BI Picu Skandal Century

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Bayu Hermawan & Mevi Linawati
Kamis, 10 September 2009 | 05:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Munculnya skandal Century dianggap tidak terlepas dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh bank sentral. Fungsi pengawasan Bank Indonesia selama ini dinilai tidak ada transparasi.

Hal tersebut disampaikan pengamat perbankan Maqdir Ismail di Jakarta, Rabu (9/9). "Sebab, kewajiban untuk mengawasi dan mengatur bank-bank seperti bank Century itu ada di BI," jelasnya.

Selain itu, Maqdir menilai kasus seperti bank Century bsia terjadi, karena selama ini tidak ada transparasi dari fungsi pengawasan yang dilakukan oleh BI. Selama ini fungsi yang dijalankan seperti apa, tidak ada yang tahu.

"Dan apa benar BI telah menjalankan fungsi pengawasan juga tidak tahu. Sebab, fungsi ini berpegang pada laporan dari bank yang bermasalah seperti bank Century," jelasnya.

Menurut Maqdir, sebenarnya sebelum ini pernah ada lembaga pengawasan lain yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pengaktifan lembaga ini belum bisa dijalankan hingga tahun 2010 mendatang.

"Sebab, ada tarik-menarik fungsi pengawasan dengan BI. Dan BI dengan segala lobinya berhasil membuat OJK belum bisa berjalan," tambahnya.

Selain itu, Maqdir mengatakan kini kasus Century sudah bergerak masuk ke ranah publik, dan harus segera diselesaikan sebelum orang-orang yang terlibat menjadi sulit untuk dibawa kemeja hukum. "Mumpung sekarang yang kita hadapi baru mantan gubernur BI, dan menkeu. Besok kalau sudah jadi wapres bakal susah," jelasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.