Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Menkeu Disamakan dengan Kepala Babi
Headline
beritajatim.com
Oleh:
web - Kamis, 10 September 2009 | 11:20 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Puluhan nasabah Bank Century Surabya kembali melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut pengembalian uang mereka. Pada unjuk rasa kali ini mereka membawa sebuah kepala babi asli yang ditancapkan pada sebilah bambu.

"Kepala babi ini simbol bahwa Maryono, Direktur Bank Century serta Sri Mulyani, Menteri Keuangan sudah melakukan perbuatan haram di bulan suci dengan melakukan kebohongan publik," seru salah seorang pengunjuk rasa Gayatri dengan nada tinggi, di depan Bank Century Cabang Kertajaya, Surabaya, Kamis (10/9).

Gayatri kembali menuding bahwa Sri Mulyani, LPS, dan BI tidak transparan dan jujur mengenai dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sebab, Sri Mulyani mengatakan jika Bank Century tidak diselamatkan maka akan timbul masalah sistemik.

Masalah sistemik apanya? Justru kalau Bank Century diselamatkan tapi dana kami tidak dikembalikan malah menimbulkan masalah kepercayaan masyarakat kepada bank," imbuhnya berapi-api.

Selain membawa poster, Gayatri CS juga membawa tomat busuk dan berbagai buah-buahan lain serta telor busuk. Sebagian telur dan tomat busuk yang dilemparkan itu sempat mengenai salah seorang tenaga keamanan. [beritajatim.com/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
salwa
Minggu, 13 September 2009 | 08:40 WIB
Waktu kampanye kemarin kayaknya yg menentang sistem neolib kalah banyak dibanding yg pro neolib. Akhirnya neolib kembali menang. Ya udah dinikmati aja namanya demokrasi. Uang 6,7 Trilyun? ke mana ? Menkeu mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan ini. Tapi apa dia mau menjawab???
ambosajo
Jumat, 11 September 2009 | 05:01 WIB
Dana 6,7 T untuk mengembalikan uang nasabah besar yang punya hubungan dengan pejabat penting. Inikan cara kerja para Doktor, Profesor KAPITALIS.Model baru keadilan di Indonesia "YANG KECIL HARUS JADI KORBAN/TUMBAL YANG BESAR". Kalau diingat yang keluar dari mulutnya saat kampanye, semestinya mereka digantung saja.
Andoko Mardjuni
Kamis, 10 September 2009 | 19:51 WIB
Lhooo..... jadi dana nasabah kecil belum dibayarkan to.... Tobat .... tobat.... lalu kemana dana 6,72 triliyun itu nyangkutnya .... ?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.