INILAH.COM, Jakarta - Lewat Meraih Mimpi, anak-anak diajak untuk lebih menghargai toleransi, perjuangan dan semangat dalam meraih cita-cita.
Meraih Mimpi adalah film musikal pertama yang diproduksi dengan menggunakan 100% animasi. Ceritanya sangat universal, maka film ini dapat diadaptasi dengan menarik di beberapa daerah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Meraih Mimpi diadaptasi skenarionya oleh Nia Dinata dan Infinite Frameworks (IFW) berkolaborasi dengan Kalyana Shira Films dengan melibatkan sejumlah pekerja seni komputer grafis terbaik di Indonesia untuk mendukung film ini.
Dengan seting di perkampungan dan hutan pulau Batam yang juga dihuni dengan berbagai binatang-binatang khas Indonesia, membuat film ini tampil dengan visualisasi yang sangat luar biasa.
Uniknya, pengisi suara film Meraih Mimpi ini disuarakan oleh sederetan bintang profesional, seperti Gita Gutawa, Patton Idola Cilik, Cut Mini, Shanty, Indra Bekti, Uli Herdinansyah, Ria Irawan, Surya Saputra, Joko Anwar, Tike Priatnakusumah, dll.
Ini merupakan pengalaman pertama bagi pemeran utama Gita Gutawa dan Patton Idola Cilik dalam dunia perfilman, khususnya sebagai pengisi suara seorang tokoh dalam film. Dalam film ini, Gita pun turut menyanyikan soundtrack film Meraih Mimpi yang juga masuk dalam album Gita Gutawa.
Dalam penataan musik, Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro yang menanganinya. Mereka banyak memasukkan unsur instrumen khas melayu, seperti Akordeon (bekerjasama dengan Riza Arshad) dan juga banyak unsur instrumen perkusi dan solo biola. Nuansa ini sesuai dengan latar film ini.
Cerita diawali dari karakter Dana, anak perempuan utama di film ini. Ia terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan.
Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasisiwa untuk melanjutkan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidak adilan ini.
Ditemani dengan binatang-binatang hutan, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !