inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Meraih Mimpi, Animasi Film Kartun Pertama

Headline
Meraih Mimpi - Istimewa
Oleh: Liana Garcia
Jumat, 11 September 2009 | 09:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Lewat Meraih Mimpi, anak-anak diajak untuk lebih menghargai toleransi, perjuangan dan semangat dalam meraih cita-cita.

Meraih Mimpi adalah film musikal pertama yang diproduksi dengan menggunakan 100% animasi. Ceritanya sangat universal, maka film ini dapat diadaptasi dengan menarik di beberapa daerah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Meraih Mimpi diadaptasi skenarionya oleh Nia Dinata dan Infinite Frameworks (IFW) berkolaborasi dengan Kalyana Shira Films dengan melibatkan sejumlah pekerja seni komputer grafis terbaik di Indonesia untuk mendukung film ini.

Dengan seting di perkampungan dan hutan pulau Batam yang juga dihuni dengan berbagai binatang-binatang khas Indonesia, membuat film ini tampil dengan visualisasi yang sangat luar biasa.
Uniknya, pengisi suara film Meraih Mimpi ini disuarakan oleh sederetan bintang profesional, seperti Gita Gutawa, Patton Idola Cilik, Cut Mini, Shanty, Indra Bekti, Uli Herdinansyah, Ria Irawan, Surya Saputra, Joko Anwar, Tike Priatnakusumah, dll.
Ini merupakan pengalaman pertama bagi pemeran utama Gita Gutawa dan Patton Idola Cilik dalam dunia perfilman, khususnya sebagai pengisi suara seorang tokoh dalam film. Dalam film ini, Gita pun turut menyanyikan soundtrack film Meraih Mimpi yang juga masuk dalam album Gita Gutawa.
Dalam penataan musik, Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro yang menanganinya. Mereka banyak memasukkan unsur instrumen khas melayu, seperti Akordeon (bekerjasama dengan Riza Arshad) dan juga banyak unsur instrumen perkusi dan solo biola. Nuansa ini sesuai dengan latar film ini.

Cerita diawali dari karakter Dana, anak perempuan utama di film ini. Ia terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan.

Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasisiwa untuk melanjutkan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidak adilan ini.

Ditemani dengan binatang-binatang hutan, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
Agus Suhartono @ Sabtu, 12 September 2009 | 10:11 WIB
Kok sama dengan SING TO THE DAWN (Singapore) Nih http://www.moviexclusive.com/review/singtothedawn/singtothedawn.htm http://www.singtothedawn.com/
doni @ Sabtu, 12 September 2009 | 00:44 WIB
wooyyy...BASI!!..ini film buatan SINGAPURA. judulnya Sing To The Down. cuma dubing aja. kasian artis2 indo, dikibulin. kenapa gak bilang aja kalo ini buatan SINGAPORE, dan berseting di BATAM!!, susah amat. malu-maluin indonesia aja. kalo ketauan kayak gini kan maluuu http://singtothedawn.com/
Adhi Rachdian @ Jumat, 11 September 2009 | 23:03 WIB
Tadinya saya bangga dan ingin nonton film ini serta mau beli DVDnya. Tapi sodara saya yg tinggal disingapura bilang bahwa film ini produksi singapur. Mana yg benar ya? berita ini atau sodara saya? kl sodara saya yg benar, apa bedanya kita dgn malaysia yg suka klaim karya orang lain? mudah2 apa yg dikatakan sodara saya tidak benar. Saat ini saya sedang melihat URl yg disebut sodara saya tsb di http://singtothedawn.com/ Ada yg bisa memberikan info lebih detail dan klarifikasinya? @dH1
Satrio @ Jumat, 11 September 2009 | 23:02 WIB
http://en.wikipedia.org/wiki/Sing_to_the_Dawn artikel yang misleading karena film ini sudah dirilis di singapura dengan judul Sing to the Dawn. Animasinya dikerjakan konsorsium Singapura dengan dana pemerintah singapura. http://www.mda.gov.sg/wms.www/thenewsdesk.aspx?sid 448 Tidak ada disebut2 kalyana shira di press release MDA singapore. http://www.moviexclusive.com/review/singtothedawn/singtothedawn.htm Posternya sama persis kecuali judulnya. Bagaimana risetnya, Mbak Liana?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.