INILAH.COM,Jakarta - Pembangunan dua pabrik PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masing-masing di Bekasi dan Cikarang menghabiskan dana hampir Rp 200 miliar. Pendanaan ini didapatkan dari dana internal perseroan.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama PT Kalbe Farma Irawati Setiady kepada wartawan, Kamis (10/9) di Jakarta. Pembangunan pabrik KLBF di Bekasi sudah selesai dirampungkan, sedangkan pembangunan pabrik di Cikarang masih terus berjalan. Hal ini disebabkan penghentian pembangunan karena krisis global tahun 2008. "Kemungkinan pabrik baru dapat beroperasi tahun depan," tutur Irawati.
Ia mengatakan pembangunan pabrik ini bisa menambah kapasitas produksi perseroan. Untuk ekspansi pembangunan dua pabrik di Bekasi dan Cikarang karena adanya program pemerintah sehingga menyebabkan tingginya permintaan. Saat ini kapasitas produksi dari pabrik yang dimiliki sekitar 70 hingga 75%.Selain pembangunan pabrik di Bekasi dan Cikarang. Perseroan juga telah meresmikan fasilitas produksi di Nigeria pada Mei 2009. Fasilitas ini diharapkan bisa mendukung bisnis kalbe internasional di daerah Afrika Barat dan Selatan.
Irawati mengatakan Kalbe Farma juga melakukan kerjasama dengan pihak Kuba untuk riset obat kanker leher dan kepala. Kerjasama dilakukan dengan pihak Kuba karena memiliki fasilitas riset yang bagus. Kalbe Farma melakukan riset bersama dan mendapatkan lisensi untuk memasarkan obat tersebut di Indonesia, Filipina, dan Thailand. "Tahun ini sudah digunakan, dan ini salah satu cara kita untuk bisa go regional, dan masuk ke negara ASEAN," jelas Irawati. [hid]