Minggu, 27 Mei 2012 | 21:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Vitamin D Turunkan Risiko Kanker Payudara
Headline
Istimewa
Oleh: Liana Garcia
web - Jumat, 11 September 2009 | 09:40 WIB
INILAH.COM, TORONTO - Kadar vitamin D yang tinggi dalam darah dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker payudara sebanyak 50%. Vitamin D terbukti memiliki kecenderungan sebagai antikanker.

Penelitian Dr. Pamela Goodwin dari Rumah Sakit Mount Sinai, Toronto, Kanada, menyimpulkan bahwa pasien dengan kanker payudara yang memiliki kadar vitamin D rendah dalam tubuhnya dapat dengan cepat meninggal.

Selain itu, kanker payudara juga lebih mudah menyebar pada pasien kurang vitamin D dibandingkan dengan pasien yang cukup nutrisi. Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa vitamin D atau vitamin cahaya matahari mempunyai kecenderungan antikanker.

Vitamin D dibentuk oleh kulit kita dari cahaya matahari. Namun terlalu lama terpapar sinar matahari dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit.

Para dokter percaya bahwa kulit yang terkena cahaya matahari selama 15 menit dalam beberapa hari selama seminggu tanpa tabir surya dapat memberikan keuntungan pada kesehatan.

Selain sinar matahari, vitamin D juga dapat ditemukan pada ikan salmon, tuna, dan minyak ikan lainnya. Vitamin D juga secara rutin ditambahkan dalam susu. Namun kadar nutrisi yang masuk ke dalam darah sangat sedikit bila melalui makanan.

Kadar vitamin D yang tinggi dalam darah dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker payudara sebanyak 50%. Namun sangat sedikit wanita yang memiliki kadar vitamin D tinggi dalam tubuhnya.

Kadar vitamin D yang tinggi dalam darah memerlukan konsumsi 1.000 international unit (IU) vitamin D sehari dan kebanyakan wanita di Amerika hanya dapat sebanyak 320 IU.

Dalam penelitian diketemukan hanya 24% wanita yang diteliti mempunyai kadar vitamin D yang cukup pada saat pertama kali mereka didiagnosis terkena kanker payudara. Sisanya, kira-kira hampir dua kalinya, mempunyai kadar vitamin D yang rendah saat pertama kali terkena kanker payudara atau menyebar setelah 10 tahun. Sementara itu, lebih dari 73% cenderung meninggal akibat penyakit tersebut.

"Angka di atas menggambarkan perbedaan yang sangat besar dan baru kali ini vitamin D dihubungkan dengan kanker payudara," kata Dr Pamela Goodwin seperti dikutip dari situs WebMd.

Walaupun demikian, orang-orang sebaiknya tidak langsung mengonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan. Para ahli belum sepakat mengenai berapa kadar vitamin D yang dibutuhkan dalam tubuh.

Bila berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan. Sulit untuk memberikan rekomendasi yang tepat, sebab setiap individu memiliki kadar basal yang berbeda-beda, yang juga dipengaruhi oleh sinar matahari, jenis kulit, dan waktu.

Dokter menyarankan bagi penderita kanker payudara untuk memeriksakan kadar vitamin D dalam darah, untuk melihat terdapat kekurangan atau tidak.

Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Diperkirakan pada tahun ini terdapat 184.450 kasus kanker payudara dan 40.930 kematian dari penyakit ini di AS. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.