INILAH.COM, Jakarta - Netbook yang diciptakan baru dua tahun lalu telah menjadi fenomena global. Laptop mini itu mampu mendapat pertumbuhan tinggi di saat penjualan komputer sedang melemah. Namun netbook kini sudah mencapai titik jenuh dan bisa segera layu.
Perusahaan riset DisplaySearch memperkirakan lebih dari 8 juta netbook terjual di kuartal kedua, naik 40% dibandingkan kuartal sebelumnya. Netbook dijual pada para pelajar sebagai komputer murah, di negara berkembang seperti di China, India dan Amerika Latin.
Intel Corp yang berbasis di Austin menciptakan chip Atom untuk komputer hemat energi yang ditujukan sebagai usaha ekspansi pasar. Netbook kini menyumbang 22% dari penjualan seluruh komputer portabel di kuartal kedua, naik 6% dari sebelumnya.
Yang sangat diuntungkan dengan fenomena netbook adalah Intel. Pembuat chip ini bisa menghasilkan banyak uang dari chip yang hanya dijual seharga US$ 35 per buah itu.
Sementara Acer Inc Taiwan adalah yang muncul sebagai pemimpin dalam perang netbook. Perusahaan itu telah menjual banyak mini laptop, meskipun keuntungan lebih kecil.
Acer menjual lebih banyak komputer di kuartal kedua tahun ini dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Akan tetapi keuntungan yang dihasilkan lebih sedikit, sekitar US$ 70 juta, turun 20% dari hasil tahun lalu
"Kenyataannya adalah bahwa harga turun, dan penyebab utama untuk penurunan harga adalah netbook," Edward Yen dengan analis UBS. "Sepertinya mereka telah menjual banyak komputer, tetapi semua yang murah."
Tapi netbook kini sudah mencapai masa keemasannya. Notebook market research director DisplaySearch John Jacobs berpendapat netbook telah mencapai ambang batas tertinggi.
Ia juga mengatakan banyak pembeli netbook mulai tidak puas terhadap performa chip Atom yang minimalis. Atom tujuannya adalah untuk menciptakan pasar baru dan berbeda. Pada awalnya memang benar karena ekonomi yang melemah," katanya.
Namun naluri meramal Jacob mengatakan, jika keadaan ekonomi kembali menguat, konsumen akan beralih kembali pada komputer notebook yang lebih bertenaga dan tentunya lebih mahal.
Terlebih anak muda lebih menyukai performa multimedia yang lebih cepat dan memiliki display yang lebih baik. "Dalam jangka panjang, orang akan kembali ke perilaku pembelian tradisional menyangkut komputer portabel, jelasnya. [E1]