INILAH.COM, Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan Samsung Electronics pembuat TV LCD terbesar di dunia kemungkinan akan dilarang menjual TV dan monitornya. Pelarangan itu setelah kalah perkara mengenai hak paten dari pesaingnya Sharp Corp Jepang.
Komisi Perdagangan Internasional AS di Washington mengatakan Samsung telah melanggar hak paten Sharp. Komisi memerintahkan kedua belah pihak untuk mengajukan argumen tentang apakah larangan impor harus dipaksakan.
Dalam pengumuman lewat website instansi tersebut, mereka mengatakan akan mempertimbangkan efek larangan pada "kondisi persaingan dalam perekonomian AS".
Samsung menguasai 19.9 % pasar LCD AS di kuartal kedua, menurut perusahaan riset Isuppli Corp. Vizio yang berbasis di Irvine berada di peringkat pertama dengan 20.5 %. Sharp peringkat ketujuh dengan 5%.
Juru bicara Samsung menolak untuk berkomentar tentang hal ini.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !