INILAH.COM, Jakarta - Dua produsen TV flat terbesar Korea, perang hebat menyangkut pengganti TV LCD. Samsung mengembangkan model LED dan rivalnya LG mengembangkan teknologi disebut AM OLEDs. Siapa yang unggul?
Menurut perusahaan riset Amerika DisplaySearch, LCD merupakan tipe televisi terlaris dengan mendapatkan 67,3% pasar dunia pada kuartal kedua. Penguasaan TV plasma 6,9% dan TV model kuno dengan katoda konvensional masih memiliki 25,7% bagian pasar.
DisplaySearch mengatakan Samsung mensuplai 23% dari seluruh model flat di kuartal kedua, LG Electronics berada di tempat kedua dengan 13,7%, diikuti dengan Sony 11,8%, Panasonic 8,6% dan Sharp 6,4%.
Pada medio Maret, Samsung meluncurkan model LED terbarunya dan mengklaim telah menjual 600 ribu unit pada Juni. Yoon Boo-Keun, presiden dari divisi bisnis televisi Samsung mengatakan targetnya adalah dua juta unit TV LED tahun ini atau 10% dari rencana penjualan 22 juta unit TV LCD.
Yoon mengatakan televisi LED menghemat konsumsi energi sampai dengan 40% dari televisi LCD pada umumnya. "Jika setiap rumah menyalakan LED, kita dapat menghemat listrik sampai dengan 13 juta kilowatt, jumlah yang setara untuk mengaliri listrik ke 39 juta rumah tangga di Jerman," begitulah pernyataan Samsung dalam pameran elektronik dunia di Berlin, kemarin.
"Samsung dianggap berhasil dalam mempromosikan TV LED, sebuah spesies baru dari televisi. Saya yakin Samsung akan melanjutkan kepemimpinannya dalam pasar TV LED," ujar Shim Sue, presiden divisi penjualan dan pemasaran, Samsung dalam kesempatan itu.
Presiden senior divisi riset dan pengembangan Samsung Kim Hyunsuk mengatakan model LED dapat menyimpan energi dengan cara menyusun dioda di pojok bukan di belakang layar.
Tipe edge itu dapat mengurangi jumlah LED yang diperlukan untuk menyediakan cahaya. Hasilnya tenaga listrik serta anggaran dana menjadi lebih sedikit, kata Kim.
Namun teknologi yang diusung Samsung itu dikritisi oleh LG. "Model LED dari Samsung Elektronik, hanyalah salah satu tipe lainnya dari TV LCD. Mereka tidak berhak mendapat julukan TV LED," kata seorang staf LG menyangkut anomali teknologi Samsung itu.
LG tampaknya mendapat keuntungan. Komisi pemantau Iklan Inggris telah sepakat agar Samsung mengganti iklannya. "Kami menganggap bahwa iklan yang ditayangkan di TV tersebut merupakan perbandingan dari model LED yang sama dengan yang ada di outdoor," kata komisi itu.
Sebaliknya AM OLED dinilai sebagai TV LED sebenarnya. Teknologi AM OLED juga menjamin panel yang lebih tipis dan respon yang lebih cepat untuk definisi tinggi.
Para insinyur LG menyatakan televisi AM OLED mengkonsumi energi kurang dari separuh energi yang digunakan LCD dan responsnya jauh lebih cepat. AM OLED sudah digunakan di telepon seluler dan gadget kecil lainnya. Tapi biaya produksi yang tinggi dan berbagai kesulitan teknologi lainnya menghambat penggunaannya yang lebih luas.
Sony Jepang meluncurkan TV OLED 11 inci pada 2007 dan akhir bulan lalu LG Electronics meluncurkan model dengan ukuran 15 inci. Model ini akan segera diproduksi secara massal dan dilepas ke pasaran pada November.
"Dengan produksi komersial, kami akan segera memimpin pasar produk TV OLED, generasi berikut yang ada di pasar," kata Kwon Hee-Won, Presdir dari divisi bisnis LCD TV LG Electronics. "Kami juga akan mengumumkan TV OLED 40 inci dalam waktu yang tidak terlalu lama," timpalnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !