INILAH.COM, Jakarta Sesumbar Chris John untuk memukul KO petinju tuan rumah Amerika Serikat, Rocky Juarez dalam laga ulang perebutan gelar kelas bilu versi WBA di Las Vegas, 19 September mendatang dipuji pengamat tinju nasional Syamsul Anwar Harahap. Namun ada tapinya.
Menurut Direktur Pelatnas Tinju SEAG Laos ini, untuk bisa menjatuhkan Juarez, Chris John terlebih dahulu harus memiliki killing punch.
Chris John harus mempunyai 'killing punch' dulu untuk memukul roboh Rocky Juarez. Namun bila pukulan mematikan itu belum dimiliki, jangan harap dapat mengkanvaskan dalam pertemuan ulang nantinya," jelas Syamsul Anwar di Jakarta, Minggu.
Syamsul menambahkan, dalam penampilan sebelumnya Rocky tampil cukup beringas dengan pukulan kerasnya. Namun Chris John tampil cukup cerdik dengan mengelabui lawan. Kelincahan petinju kelahiran Banjarnegara itu yang membuat petinju Amerika sulit mendapatkan pukulan telak.
Namun bila penampilan Chris John sama dengan sebelumnya, maka impian untuk memukul roboh lawan sulit dimilikinya. Namun bila mempunyai killing punch, maka keinginan mengkanvaskan lawan akan terpenuhi.
Pukulan mematikan yang dimiliki seorang petinju sama artinya dengan menyetop truk yang lagi jalan. Pukulan seperti itu jarang dimiliki oleh seorang petinju di dunia ini. Di Indonesia hanya dimiliki Ellyas Pical saat jayanya di tahun 1985 lalu dengan sabuk bantam junior versi IBF.
Menurut Syamsul, bila Chris John memiliki pukulan seperti itu maka nilai jualnya akan bertambah.
Mudah-mudahan keinginan memukul roboh Rocky Juarez terpenuhi. Bila hal itu terjadi maka pertarungan Chris John selanjutnya akan dilirik oleh semua promotor kondang di Amerika, ujar Syamsul lagi.[*/S1]