inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Listrik Mati, FPI Palu Datangi PLN

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh:
Senin, 14 September 2009 | 04:02 WIB
INILAH.COM, Palu Di saat Ramadhan, massa Front Pembela Islam (FPI) biasanya selalu menyisir ke tempat-tempat hiburan malam untuk memantau terjadinya perbuatan maksiat. Namun, hal berbeda dilakukan ormas ini di Palu. Mereka justru mendatangi PLN Kota Palu. Sebab, pemadaman listrik di kota itu dianggap semakin parah.

Massa FPI datang bersama Pemuda Alkhairaat dengan jumlah lebih dari 50 orang. Mereka mendatangi Kantor PLN Palu, di Jl Kartini, usai melakukan shalat tarawih, Minggu (13/9) malam.

Beberapa perwakilan massa selanjutnya masuk menemui petinggi PLN yang saat itu sudah siap untuk bertemu di kantornya. Juru bicara FPI Sulawesi Tengah, Syauqi Maskati, menilai PLN Palu belum mampu mengurus masalah kelistrikan di wilayahnya karena tidak bisa menyelesaikan krisis listrik yang terjadi selama ini.

Pemadaman listrik yang terus berlanjut, katanya, sangat mengganggu aktivitas beribadah di bulan suci Ramadan. "Kalau tidak bisa mengurus masalah ini, ganti saja pejabat PLN, ganti dengan orang yang sanggup mengurusnya," katanya.

Sementara itu, Manajer PLN Palu Imran Rosyadi usai menemui perwakilan massa mengatakan, pemadaman listrik yang terjadi di wilayahnya ini karena belum maksimalnya kerja PLTU Palu. Juga karena adanya kerusakan mesin di PLTD Silae.

PLTU Palu sendiri berdaya 2x13,5 Megawatt, dan PLTD Silae berdaya 20 Megawatt. Belum maksimalnya kerja kedua pembangkit itu, katanya, mengakibatkan suplai listrik ke pelanggan tidak maksimal. "Kami terus mengupayakan perbaikan untuk mengurangi pemadaman," katanya.

Usai mengadakan pertemuan itu massa FPI dan Pemuda Alkhairaat membubarkan diri dengan tertib dan mendapat kawalan puluhan petugas kepolisian. Kejadian pemadaman listrik bergilir di Palu sendiri sudah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir, dan terjadi hingga tujuh jam dalam sehari.[*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.