inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dokter Inggris Larang Iklan Alkohol

Headline
Istimewa
Oleh:
Senin, 14 September 2009 | 08:03 WIB
INILAH.COM, London Para dokter di Inggris mendesak pelarangan menyeluruh iklan alkohol. Hal ini untuk mengatasi melonjaknya konsumsi alkohol dan masalah yang ditimbulkannya.

Laporan Asosiasi Medis Inggris, BMA, seperti dilansir BBC, Senin (14/9), mengatakan alkohol sekarang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di negara maju. Yakni setelah rokok dan tekanan darah tinggi. .

Alkohol adalah obat yang paling digemari di Inggris. Konsumsinya meningkat tajam. Karena menghadapi semakin meningkatnya pengaruh buruk alkohol pada kesehatan, Asosiasi Medis Inggris menginginkan penindakan tegas.

Industri alkohol setiap tahunnya mengeluarkan US$ 1,3 miliar dolar untuk meningkatkan konsumsi. BMA menginginkan pelarangan menyeluruh iklan alkohol, dalam pensponsoran peristiwa olahraga dan acara musik.

Badan tersebut juga mengusulkan diterapkannya harga minimum semua produk alkohol dan pajak alkohol diatas tingkat inflasi. Laporan BMA menyatakan bukan hanya anak muda Inggris yang minum secara tidak bertanggungjawab.

BMA mengatakan konsumsi alkohol secara berlebihan sekarang sudah menjadi kebiasaan. Asosiasi itu menyalahkan potongan harga, kemudahan mendapatkannya karena izin operasi 24 jam, dan iklan massal yang menggunakan situs jaringan sosial disamping cara cara yang biasa dipakai selama ini.[nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.