INILAH.COM, Jakarta - Peristiwa gagal bayar yang dialami PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) terhadap para nasabahnya ternyata disebabkan kerugian yang dialami perusahaan di investasi saham tahun lalu, terutama di saham-saham Bakrie, khususnya Bumi Resources Tbk (BUMI).
Hal ini diutarakan sumber INILAH.COM, Senin (14/9). Menurutnya, anjloknya modal perusahaan sudah terasa sejak lebaran tahun lalu, di mana modal perusahaan sudah habis-habisan tergerus kerugian yang dialami sejak rontoknya harga saham pasca kehancuran Lehman Brothers di AS, termasuk saham-saham grup Bakrie.
Waktu itu, lanjutnya, kerugian investasi Bakrie mencapai 70%. Padahal, lanjutnya, sebelumnya perusahaan sudah berhasil meraup premi sekitar Rp 1,3 triliun atau melebihi target sebesar Rp700 miliar. Dia juga menuturkan kerugian saham terbesar dialami perusahaan di saham BUMI. "Setelah itu, perusahaan juga mulai mem-PHK karyawannya yang dilakukan pada April 2009 lalu,' ujarnya.
Diberitakan Bakrie Life mengalami gagal bayar terhadap para nasabah yang membeli produk Diamond Investa. Para nasabah tidak bisa menrik polisnya sejak Desember 2008 lalu, begitu juga dengan bunga investasinya. [cms]