INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono yang dianggap menuding Komisi I DPR yang terburu-buru mengesahkan RUU Rahasia Negara menuai polemik. Presiden SBY berencana akan memangilnya pada Rabu 16 September besok.
"Kalau mengenai RUU Rahasia Negara, jelas presiden kalau tidak salah besok akan memanggil menteri pertahanan untuk meminta penjelasan," kata juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di sela-sela buka puasa bersama SBY-JK di Mabes Polri, Jakarta, Selaa (15/9).
Ia mengatakan, karena memang presiden sudah menerima masukan-masukan dari berbagai tokoh masyarakat. Intinya tokoh masyarakat tersebut tidak menolak RUU Rahasia Negara.
"Tetapi ada hal-hal tertentu yang beliau-beliau permasalahkan dan menyampaikan kepada presiden. Insa Allah besok memanggil menteri pertahanan untuk meminta penjelasan mengenai hal-hal yang dipermasalahkan itu," bebernya.
Bagi presiden, menurut Andi, hal-hal penting semacam RUU Rahasia Negara itu hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya yakni dengan matang. Sehingga tidak ada yang terlewatkan dan jangan sampai hal-hal penting dilakukan secara terburu-buru.
"Pokoknya jagan sampai hal-hal yang penting dilakukan terburu-buru hendaklah semua hak-hal penting perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan hal penting semacam itu," imbuh Andi. [jib]