inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bob Dylan Gelar Pameran Lukisan

Headline
Oleh: Alunx
Rabu, 16 September 2009 | 11:30 WIB
INILAH.COM, New York - Penyanyi folk legendaris, Bob Dylan akan menggelar pameran hasil karya seni. Rencananya pameran tersebut akan bertempat di the National Gallery of Denmark.

Dengan mempertunjukan hampir 100 karya seni dari para musisi, pameran tersebut akan dimulai pada 2010 mendatang di Kopenhagen. Pameran tersebut juga akan menjadi pameran pertama tiga puluh lukisan yang berukuran besar diseluruh dunia.

"Aku selalu menggambar dan melukis namun tak seorangpun tertarik akan hasil karya ku. Tak ada yang pernah mendukungku, mulai saat ini aku akan mewujudkan dan memamerkan hasil karya ku." jelas Bob Dylan, seperti yang ditulis majalah musik Mojo.

Bob Dylan melukis sampul albumnya yang bernama 'Self Portrait' pada tahun 1970, dia juga pernah menggambar untuk sebuah buku yang berjudul 'Writings and Drawings' dan menulis lirik-liriknya pada tahun 1962 hingga 1985.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, Bob Dylan akan merilis album barunya pada 13 Oktober mendatang yang bernama 'Christmas In The Heart' dan rencananya semua royalti album tersebut akan diberikan untuk membantu yayasan amal pemberantasan kelaparan termasuk mensukseskan program Feeding America.

Bob Dylan yang bernama asli Robert Allen Zimmerman lahir di Duluth, Minnesota, Amerika Serikat, 24 Mei 1941 adalah seorang penyanyi-penulis lagu, musikus dan penyair Amerika yang sumbangannya terhadap musik Amerika bertahan lama dan dapat dibandingkan, dalam kemasyhuran dan pengaruhnya, dengan karya-karya Stephen Foster, Irving Berlin, Woody Guthrie, Bruce Springsteen, dan Hank Williams. Tempatnya dalam budaya Amerika dan Eropa pada sepertiga terakhir dari abad ke-20 hingga sekarang memang unik.

Banyak dari karya terbaik Dylan berasal dari tahun 1960-an, ketika ia menjadi dokumentarian dan tokoh pergolakan Amerika. Sebagian dari lagu-lagunya, seperti "Blowin' in the Wind" dan "The Times They Are A-Changin'", menjadi "lagu kebangsaan" dari gerakan anti perang dan gerakan hak-hak sipil.

Dylan tetap merupakan seniman yang populer dan berpengaruh. Albumnya yang terbaru memuat lagu-lagu baru, "Love and Theft", menduduki tempat ke-5 pada tangga lagu-lagu terpopuler di AS dan ke-3 di Inggris. [lia]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.