INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR bereaksi pasca pemerintah sudah resmi mencabut RUU Rahasia Negara. Adu mulut pun tak terhindarkan antara anggota Komisi I yang pro dan yang kontra.
Anggota Komisi I dari FPD Syarif Hasan menyatakan keberatannya atas pernyataan Ali Mochtar Ngabalin yang dianggap menghina presiden. Syarif menyindir Ali tak beradab.
"Orang yang menjelek-jelekkan orang lain, kepada presiden dan negara bukanlah orang yg beradab," kata Syarif sinis dalam Rapat Komisi I di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Belum selesai bicara, Ngabalin berdiri dari kursinya dan menimpali sindiran Ketua Fraksi Partai Demokrat itu. "Sebut nama saja, hentikan dia pimpinan, tidak bisa anda berkonfrontir di forum seperti ini!" teriak Ngabalin sambil menunjuk kepada Syarif.
Syarif terus melanjutkan bahwa perilaku Ngabalin tidak terpuji. Karena berdalih dengan menggunakan ayat-ayat suci Al-Quran. "Dalam perbedaan, jangan tidak beradab, apalagi ditujukan kepada presiden. Kalau ada perbedaan, tapi disampaikan dengan bahsa yang soapan," cetusnya.
Mendengar hal itu, Ngabalin semakin memanas, dan langsung menghampiri tempat duduk Syarif. Mereka pun saling dorong. Tampak Yusron Ihza Mahendra dan Theo L Sambuaga berusaha melerai dan menenangkan emosi mereka.
"Anda sungguh tidak terpelajar, dan mengomentari di luar konteks substansi!" kata Syarif sambil berjalan ke luar ruangan.
Sebelumnya, Ngabalin memaparkan bahwa pemerintah dalam hal ini presiden tidak serius dan bernyali untuk menyelesaikan RUU Rahasia Negara. Ia menyebut pemerintah mempermainkan rakyat.
"Saudara mengukur moral politik kita sangat rendah. Ini menujukkan rendahnya adab politik pemerintah," sambil menunjukkan surat pencabutan RUU yang ditandatangani SBY. [ikl/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !