INILAH.COM, Jakarta - KPU diminta untuk transparan berkaitan dengan biaya pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 dan realisasi penggunaannya.
"Kami mendorong agar KPU lebih transparan lagi soal anggaran yang digunakan untuk pelantikan," kata peneliti Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam di Jakarta, Rabu (16/9).
Menurut Roy, KPU harus terbuka tentang kegiatan pengadaan dalam rangka mempersiapkan pengambilan sumpah dan janji, termasuk tidak ragu-ragu untuk meniadakan pengadaan yang dinilai tidak perlu.
"Langkah efisiensi ini bisa dilakukan, masalahnya apakah mau dilaksanakan atau tidak," ujarnya ketika ditemui di Gedung KPU.
Berdasarkan penghitungan yang dilakukan IBC, biaya pelantikan anggota DPR dan DPD dapat dihemat hingga puluhan miliar rupiah dengan menghapus sejumlah kegiatan pengadaan yang tidak perlu.
Biaya pelantikan anggota DPR dan DPD 2009-2014 dianggarkan oleh KPU, Setjen DPR, dan DPD dengan total nilai sekitar Rp 46 miliar. Menurut Roy, sejumlah kegiatan pengadaan yang tidak perlu antara lain pengadaan tas, jaket, batik, dan kemeja, serta pemberian uang saku.
Selain itu, biaya pemindahan anggota DPR dan DPD ke Jakarta juga dapat dihemat. Sesuai dengan hitungan IBC, estimasi biaya untuk transportasi anggota DPR beserta keluarga ke Jakarta, yakni sekitar Rp 4,63 miliar dan untuk 132 anggota DPD yakni Rp 1,46 miliar.
"Jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pemindahan anggota DPR yang berada di pos Setjen DPR mencapai Rp 28,2 miliar, maka penghematan bisa sekitar 84 persen atau Rp 23,56 miliar," katanya.
Demikian pula untuk DPD, menurut Roy, jika dibandingkan dengan alokasi oleh Setjen DPD sekitar Rp 5,59 miliar, maka dapat dihemat sekitar 74 persen atau Rp 4,13 miliar.
Sementara itu, peneliti divisi korupsi politik ICW Abdullah Dahlan menilai anggaran untuk pelantikan anggota legislatif didesain untuk boros. "Ada banyak hal yang bisa dihemat. Kalau tidak, maka biaya pelantikan ini telah menjadi beban negara yang besar sekali," tukasnya. [*/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !