INILAH.COM, Jakarta Presiden Federasi Triatlon Indonesia, Mark Sungkar, mengaku Indonesia kekurangan atlet triatlon. Kesulitan ini yang membuat Indonesia hanya mengikutsertakan dua atlet pada ajang Kejuaraan Triatlon Asia ke-7 di Palembang, 10-11 Oktober mendatang.
Pada salah satu ajang triatlon internasional tersebut, Indonesia hanya akan diwakili oleh dua atlet, yakni Muhamad Kadri dan Andi. Padahal kuota setiap negara adalah empat atlet, dua pria dan dua wanita.
Mark mengaku kesulitan untuk mencari atlet triatlon, khususnya wanita. Pasalnya, Mark menegaskan kemampuan atlet triatlon jauh berbeda dengan atlet yang menguasai renang, lari dan balap sepeda.
Harus ada latihan khususnya. Contoh di balap sepeda, cara atlet untuk membelok dalam triatlon berbeda dengan balap sepeda biasa. Ada perhitungannya. Jadi kami kesulitan untuk mendapatkan atlet, khususnya wanita, ujar Mark pada konferensi pers Kejuaraan Triatlon Asia di Jakarta, Kamis (17/9).
Sebenarnya ada satu atlet wanita yang bisa diandalkan Indonesia, yakni Agatha, yang telah turun pada ajang triatlon di Asian Beach Games kemarin. Tapi, Agatha terbentur masalah usia. Minimal usia pada kejuaran asia ini harus 18 untuk wanita, sedangkan Agatha baru 17.
Kadri dan Andi akan dilatih Taufik Armadian, yang notabene menjadi satu-satunya pelatih triatlon asal Indonesia yang diakui oleh Persatuan Triatlon Internasional (ITU).[S2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !