INILAH.COM, Buenos Aires Diego Maradona dikabarkan kembali terjerat obat-obatan terlarang. Namun pelatih fisik Maradona membantah spekulasi tersebut yang menyebutkan pelatih tim nasional Argentina ini disangka menggunakan obat-obatan lagi.
Menyusul kekalahan Argertina dari Brasil dan Paraguay, Maradona dikabarkan mengalami stres dan kelebihan berat badan. Maradona, pekan ini menjalani medical check di sebuah klinik di Utara Italia, dimana dokternya mengatakan legenda Argentia ini akan mendapatkan perawatan menyusul stresnya.
Maradona tidak menjalani rehabilitasi penggunaaan obat-obatan lagi, kata Alfredo Cahe.
Maradona meninggalkan Argentina, usai kekalahan tersebut dan dikabarkan legenda Napoli ini tengah berjuang melawan penggunaan obat-obatan terlarang.
Dengan dua laga kualifikasi yang tersisa bulan depan, Argentina dalam bahaya absen untuk kali pertamanya tampil di Piala Dunia sejak tahun 1970, dan Maradona dianggap sebagai biangnya.
Lima tahun lalu, Maradona hampir saja tewas setelah mengalami serangan jantung karena overdosis kokain. Dia mengatakan sejak itu dia sudah bersih.dia juga telah menjalani operasi bypass untuk menghilangkan bobotnya.
Cahe mengatakan Maradono berobat di klinik spa di Merano, dimana hal itu sudah direncanakan Maradona sebelum kalah dari Brasil dan Paraguay.
Hal ini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Partnernya, Victoria yang memilih tempat itu, imbuh Cahe.
Cahe mengerti kepergian Maradona ke Italia untuk menjauhkan dia dari kritikan tajam dari media Argentina, dimana dia harus mengisolasi diri, sehingga dia bisa berkonsentrasi untuk program diet dan bersantai.[S1]