INILAH.COM, Jakarta - Noordin M Top yang merupakan warga negara Malaysia selama ini menjadi salah satu pemicu memanasnya hubungan Indonesia dengan negeri jiran itu. Dengan tewasnya teroris nomor wahid di Indonesia itu diharapkan hubungan Indonesia-Malaysia kembali harmonis.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Eminent Persons Group (EPG) Indonesia-Malaysia, Musni Umar kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (18/9). Menurutnya, kematian Noordin M Top merupakan momentum yang baik di penghujung Ramadhan untuk bersama-sama melakukan rekonsiliasi dua negara yang serumpun itu.
"Ini berita yang menggembirakan, mudah-mudahan diakhir Ramadan ini menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan kerjasama yang lebih harmonis antara Indonesia-Malaysia. Karena Noordin M. Top merupakan salah satu masalah yang mengganggu hubungan kedua negara serumpun," katanya.
Menurutnya, EPG Indonesia-Malaysia kini merasa lega dengan tewasnya Noordin. EPG Indonesia-Malaysia juga tak lupa memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polri atas keberhasilan memberantas terorisme di Indonesia.
"EPG Indonesia-Malaysia, yang diresmikan pembentukannya oleh Presiden SBY dan PM Malaysia Abdullah Badawi, 7 Juli 2008 lalu di Kuala Lumpur, menyambut gembira dan memberi apresiasi yang tinggi kepada Polri atas keberhasilan dalam penyergapan para teroris di Solo itu," ungkapnya. [mut]