INILAH.COM, Surabaya- Pelaku usaha internet di Jawa Timur pesimistis omzet bisnisnya dapat naik sesuai target selama Lebaran 1430 Hijriah. Bahkan diperkirakan akan terjadi penurunan sekitar 40%.
"Grafik omzet internet selalu mengikuti ritme bisnis masyarakat," kata Ketua Asosiasi Jasa Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) Jatim, Noor Al Azam, di Surabaya.
Ketika puncak aktivitas perdagangan selama Lebaran terjadi, ia meyakini, omzet pelaku usaha internet di provinsi ini kian turun. "Estimasi penurunannya sekitar 40 persen. Apalagi, saat itu banyak masyarakat mudik ke kampung halaman," ujarnya.
Meski terlihat ada penurunan, ia optimistis, pascalebaran omzet pelaku usaha internet semakin meningkat seiring dimulainya aktivitas masyarakat.
"Kami berharap, pada H+7 Lebaran kondisi drop selama Lebaran bisa tertutupi. Setidaknya, omzet mereka bisa meningkat," katanya.
Terkait besaran omzet yang turun, ia mengaku, tidak bisa mengulasnya lebih jauh. Apalagi, tiap pelaku usaha internet memiliki skala bisnis yang berbeda.
"Kami tidak bisa menyebutkannya satu per satu karena masing-masing bisnis ini diukur dari banyak atau sedikitnya unit yang dimiliki," katanya.
Biasanya, tambah dia, tren selama Lebaran omzet bisnis jasa internet selalu menunjukkan grafik menurun. Bahkan, penurunannya sudah bisa diprediksi.
"Sementara itu, sampai sekarang total anggota pelaku usaha bisnis internet yang terdaftar dalam APJII mencapai 25 pebisnis," katanya.[ito]