INILAH.COM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral berharap agar masyarakat Bali tidak lagi menolak pembangunan PLTP Bedugul. Saat ini pasokan listrik Bali masih mengandalkan suplai dari Jawa dengan kabel bawa laut.
"Saya harap Masyarakat Bali kembali mengizinkan pembangunan PLTP Bedugul, supaya sustainable listriknya terjaga, tidak hanya mengandalkan suplai dari Jawa," jelas Purnomo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/9).
Menurutnya, PLTP Bedugul nantinyadiharapkan mampu mengamankan suplai listrik untuk daerah Bali. Dengan jaringan kabel bawah laut apabila terjadi gelomabang besar akan menggangu suplai tersebut.
Sebelumnya Anggota DPR Komisi VII fraksi PDI-P Sony Keraf menjelaskan pada prinsipnya pengembangan PLTP Geothermal tidak mengganggu lingkungan. Pengembang geothermal akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, selain karena harga listriknya terjangkau, PLTP tidak akan merusak lingkungan.
Untuk diketahui, rencana pengembangan PLTP Bedugul di kabupaten Tabanan, Bali sebenarnya sudah dilalui sejak tahun 1994 yang lalu. Pengerjaan proyek PLTP dibangun oleh PT Bali Energy, namun derasnya penolakan masyarakat Bali membuat proyek PLTP ini pun terhenti dan tidak dilanjutkan lagi. [hid]