INILAH.COM, Jakarta - Meski teroris asal Malaysia Noordin M Top telah tewas di Solo, namun, kemarahan aktivis Bendera terhadap Malaysia tidak mereda. Mereka masih merencanakan untuk melakukan aksi sweeping terhadap warga Malaysia di Indonesia.
Menurut Jubir Bendera, Nando Sidabutar, sweeping akan kembali dilakukan pascalebaran. Hal itu disebabkan karena, pemerintah Malaysia cenderung mengkambinghitamkan pers Indonesia terkait dengan ketegangan yang terjadi antar dua negara serumpun itu.
"Kami meminta pemerintahan Indonesia mengecam pemerintahan Malaysia yang telah menuduh pers Indonesia. Kalau tidak ditanggapi, pascaramadhan kita akan melakukan aksi seperti men-sweeping kembali warga negara Malaysia atau menduduki kedutaan besar Malaysia," katanya di sekretariat Bendera, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (18/9).
Nando mengatakan, pemerintah Indonesia dan Malaysia telah mengaburkan akar masalah yang menyebabkan ketegangan dua negara. Penguburan itu terlihat ketika antara dua pemerintahan melakukan penyederhanaan masalah bahwa yang terjadi hanyalah sekadar klaim budaya oleh Malaysia dan mengkambinghitamkan pers Indonesia sebagai penyebar berita bohong.
"Padahal bukan sekadar klaim budaya. Ketegangan dipicu karena kehormatan, harga diri dan mertabat Indonesia dicabik-cabik. Seperti perampasan budaya, pelanggaran kedaulatan wilayah dan penyiksaan terhadap ribuan warga negara Indonesia di Malaysia," jelasnya.
Ia menyatakan, masalah tersebut bisa diselesaikan jika Malaysia meminta maaf. Kemudian menghentikan klaimisasi budaya, menghentikan pelanggaran kedaulatan dengan mengakui Ambalat dan Pulau Jemur adalah bagian dari Indonesia.
"Selain itu harus menghentikan penyiksaan terhadap warga negara Indonesia apapun profesinya. Malaysia juga harus menghentikan upaya pengkambinghitaman terutama pada pers Indonesia," pungkasnya. [mut]