Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Malaysia Cek Batik RI di UNESCO
Headline
Tan Sri Muhyiddin Yassin - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Jumat, 18 September 2009 | 16:13 WIB
INILAH.COM, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia akan memeriksa daftar batik yang dimasukan UNESCO sebagai sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Sebab, Malaysia juga memiliki batiknya sendiri.

"Saya tidak mendapatkan detil keputusan UNESCO karena Malaysia juga punya batik sendiri. Kami akan menganalisa arti sebenarnya keputusan ini dan apakah keputusan itu akan mempengaruhi produksi batik domestik," ujar deputi PM Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin kepada Bernama, Jumat (18/9).

UNESCO sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi. Kabarnya, mereka akan membuat pengumuman dalam pertemuan Intergovernmental Comittee of Intangible Heritage yang digelar pada 28 September hingga 2 Oktober mendatang.

Menkokesra Aburizal Bakrie menyampaikan kabar itu kepada publik. Sementara Presiden SBY menetapkan seluruh Indonesia untuk mengenakan batik pada 2 Oktober, menandakannya sebagai Hari Batik Nasional.

"Batik tak hanya diproduksi di Malaysia dan Indonesia, tapi juga India dan Singapura. Perbedaan hanya terletak pada nama dan teknooginya. Saya tetap akan memeriksa keputusan UNESCO," pungkas Yassin. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
eko bagoes
Sabtu, 10 Oktober 2009 | 12:08 WIB
kalo maling ketahuan ya kayak gini nih,teriak milik sendiri. UNESCO bukan lembaga kecil pa cik itu adalah milik dunia dan ga mungkin memmasukan BATIK sebagai budaya indonesia.asal2an ga meneliti negara lain yg mempunyai budaya yg sama. maling... maling.,..
kaylla
Sabtu, 3 Oktober 2009 | 14:51 WIB
silahkan aja cek !........ UNESCO jg tidak asal sembarangan mengakui bahwa batik itu milik bangsa indonesia krn semuanya itu sdh melalui penelitian yang panjang........ sudahlah malaysia akui saja bahwa batik itu memang milik bangsa indonesia dan jgn suka mengklaim kebudayaan bangsa lain. Apa kalian tidak mau dengan adanya pengakuan UNESCO yg sdh jelas2 membuktikan bahwa batik itu adalah kepunyaan dan milik bangsa indonesia!..... Dan jg tidak ada namanya batik malaysia.... karena batik hanya satu batik saja dan itu memang berasal dari indonesia.
Trully Javanesse
Jumat, 2 Oktober 2009 | 11:41 WIB
Kalo mau tau yang namanya maling kecewa ya ini dia....hahahhahahaha... Kacian deh loe
Robert Abdullah
Senin, 21 September 2009 | 23:57 WIB
Batik adalah melukis, menggambar di atas kain dengan bahan tertentu. Sepengetahuan saya Ini adalah asli dari indonesia khusus asli kerajinan tangan di jawa. Banyak sekali karya lukisan di atas kain, ada juga lumayan terkanal silk paint dari Aussie, jelas ini bukan batik bukan? Nah monggo malaysia kalau ingin mematenkan karya lukis di atas kain, tapi jangan pakai nama BATIK. Kita tahu semua , mungkin ada beberapa orang indonesia yang pinsah WN menjadi warga Malaysia dan pinter membatik. tapi tidak boleh serta merta Batik di Claim menjadi Asli Malaysia. Salam
rudi
Jumat, 18 September 2009 | 17:48 WIB
Malaysia kalau mau claim batiknya jangan sama namanya, batok kek, batuk kek atau apa aja. yg jelas brand batik itu khan memang dari Indonesia, he he.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.