inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Wanda: Jangan Biarkan Miyabi Masuk Indonesia!

Headline
inilah.com/Duta
Oleh: Supriyanto
Sabtu, 19 September 2009 | 10:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Rencana kedatangan Maria 'Miyabi' Osawa untuk syuting film layar lebar di Indonesia tak disetujui Wanda Hamidah. Bintang film porno asal Jepang tersebut hanya akan merusak moral dan mencoreng nama baik Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

"Negara Indonesia mayoritas Islam. Tolonglah jangan besar-besarkan lagi dan jangan biarkan bintang porno itu main film di Indonesia," ungkap Wanda, saat ditemui di acara buka puasa bersama yayasan Azzahra, Jalan Bunga Cempaka II No. 5, Cipete Selatan, Jakarta selatan, Jumat (18/9) malam.

Wanda yang kini menjadi wakil rakyat di Komisi E Pendidikan DPRD DKI Jakarta melarang keras karena berdasar moralitas bangsa.

"Kita membahas masalah moralitas. Negara Indonesia kan, termasuk negara Islam terbesar. Jadi kalau sampai Miyabi main, bangsa kita bisa tercoreng," tegasnya.

Ditambahkannya, "Siapa yang mau kalau negara kita terkesan negara porno." [aji]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
18 Komentar
tjahjo widodo iai @ Jumat, 16 Oktober 2009 | 07:50 WIB
Islam di Indonesia tidak akan tercoreng dengan masuknya Maria Ozawa ke Indonesia. Apa mereka yang melarang labih baik dari dia? Islam di Indonesia justru tercoreng dengan tingkah sebagian dari kita yang selalu mempergunakan kekerasan dan memaksakan kehendak bukan karena kedatangan Maria Aozawa.
Ghazy @ Rabu, 14 Oktober 2009 | 22:33 WIB
mudah-mudahan Miyabi jadi Pemain Film Komedi, sudah lucu enak dipandang lagi...yang penting film nya tidak menyalahi norma"....klo bisa bikin film komedi tentang petinggi negara, dewan, dll yang punya istri muda/Selingkuhan, yang dibiayain oleh DUIT NEGARA Alias HASIL KORUPSI, bintang filmnya Miyabi kan keren coy....
aji gumilar @ Senin, 12 Oktober 2009 | 10:47 WIB
Kalia semua ..... tidak bisa membedakan antara SUBTANSI FILM dan pornografi... kok jadi negatif? Kalau film menculik miyabi itu PORNO kita tolak... ini belum jelas kok udah sewot
Guz Ferdy @ Sabtu, 10 Oktober 2009 | 08:45 WIB
dari film ML yang dilarang rilis, sama saja melarang perfilman Indonesia berkembang dan dikenal dunia... kali ini miyabi datang keindonesia untuk buat film komedi bukan buat film porno... saran : ijinkan pembuatan film jika benar-benar itu film komedi, tapi jika bukan, ya terserah mau dihukum gimana. tapi yang dihukum di perusahaannya n pembuat filmnya.. siapa tau besok-besok artis hollywood datang bikin film di Indonesia, toh banyak artis Hollywood yang seksi-seksi...
nera @ Sabtu, 10 Oktober 2009 | 08:24 WIB
haduhh.. tolonk ia,bgi yang merasa punya otak.Mari kita berpikir!!!! kenapa Qta gak maju?? karena Qt selalu negatif thin9king ma sesuatu... Positif adja lah,lagian yang melarang miyabi msk ja lum tentu lebih bermoral. jangan2 malah lebih parah! orang atas kan hoby korupsi uang rakyat... sok sok'an..
arie @ Rabu, 7 Oktober 2009 | 18:41 WIB
sBnrNy qT jgN menGhakimi se2OranG sLma dIa gK nGlakUin haL2 Yg nYeLenEh c iT's oK mZuK k INdonEsiA Tp aMat d SyngKn jG c kNp dY jD aRtis BokEp PdhL kN cNtik (T_T"
Dudi N. Rahimi @ Selasa, 6 Oktober 2009 | 08:38 WIB
yang kita takutkan, dengan masuknya miyabi ke Indonesia, dan kemungkinan besar terjadi adalah orang-orang awam pun akan mencari tahu siapa miyabi dan mencari koleksi film-film terdahulunya,(orang-orang bakal penasaran gitu lohk) karena seperti itulah matoritas sifat orang indonesia, sehingga dikhawatirkan akan memperparah perilaku seks bebas dio negara Indonesia, Mau..?
humaidi syari'ati @ Kamis, 1 Oktober 2009 | 15:17 WIB
Assalamu'alaikum... Kawan-kawanku, ana tidak ingin berpolemik mengenai kedatangan miyabi. Namun, janganlah anda membela miyabi melampaui batas. Anda mungkin amat menyukai miyabi dan bahkan ada yang berani membandingkan dengan al-Ustaz Yusuf Mansur. Anda semua harus mengetahui, bahwa menolak Miyabi, bukanlah sifat munafik. Munafik adalah bersikap menyembunyikan kebenaran dan tidak mempraktikkannya antara hati, pikiran dan perbuatan. Islam mengajarkan, apabila anda melihat keburukan maka lawanlah dengan tangan, lidah atau melawan dengan hati. Anda yang membela Miyabi dan menyudutkan ustadz Yusuf Mansur, telah melecehkan prinsip Islam. Apalagi anda membawa hadits mengenai pelacur atau pembunuh yang masuk surga, anda hanya memutar balik makna suatu hadits. Hidayah memang dari Allah, tetapi kita harus berupaya mencarinya. Apabila yang melaksanakan rukun iman dan islam saja tidak ada jaminan masuk surga, apalagi bagi yang tidak melaksanakannya. Camkan hadits Rosulullah SAW bahwa perempuan yang berpakaian seperti tidak berpakaian, dengan menampakkan lekuk tubuhnya, tidak akan masuk surga bahkan mencium baunya pun tidak. Jadi jangankan miyabi, akan banyak perempuan yang dihisab karena auratnya.Karena itulah dalam hadits Rosul SAW disebutkan jumlah perempuan di neraka lebih banyak ketimbang laki-laki. Wahai Allah, aku telah memberikan nasihat, karena inti agama adalah saling mengingatkan.... Afwu ya akhi wa ukhti...
Roger @ Kamis, 1 Oktober 2009 | 09:12 WIB
Hahahahaha..kedatangan bintang porno aja bikin kebakaran jenggot, sementara banyak teroris yang datang ke indo, malah diam-diam aja, bahkan dicuekin aja...luar biasa...emang petinggi Indonesia cuma bisanya komentar dan cari sensasi aja...mending pada ngaca deh..
Hate Indonesian @ Minggu, 27 September 2009 | 01:19 WIB
Indonesia payah fuck indonesia cewe atopun cowo bugil itu adalah seni low pada harus menghargai ukiran TUHAN bego low semuanya
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.