INILAH.COM, Jakarta Menjelang Lebaran operator perang layanan data dengan membundel netbook murah. Tak ayal netbook di kisaran Rp 3 jutaan pun disodorkan ke konsumen. Tapi membundel netbook di saat Lebaran itu dinilai tidak akan efektif.
Lebaran dinilai sebagai masa keemasan bagi operator untuk membundling netbook dengan layanan data. Direktur Commerce XL, Joy Wahyudi, mengatakan XL sengaja meluncurkan bundling menjelang Ramadhan dan Lebaran karena pada momentum itu kebutuhan terhadap perangkat dan layanan komunikasi terus meningkat.
Dalam menawarkan netbook XL menggandeng produsen komputer Quantel. Netbook Quantel X10 dijual pada pelanggan pascabayar XL dengan harga Rp 3,591 juta, sementara untuk prabayar lebih mahal Rp 3,756 juta. Banderol itu sudah ditambahkan gratis satu bulan layanan internet unlimited prepaid.
Untuk layanan data internet, XL menjanjikan kualitas layanan yang didukung lebih dari 18.128 Base Transceiver Station (BTS). "Dengan infrastuktur yang memadai, kami mampu menghadirkan komunikasi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia," katanya.
Keyakinan terjadi lonjakan kebutuhan perangkat teknologi dan layanan komunikasi saat Lebaran juga mendorong Telkomsel dan SpeedUp menggelar program bundling. Rahmad Widjaja Sakti, Senior Product Manager MLW Telekom mengatakan yakin netbook SpeedUp dipilih konsumen meskipun banyak penawaran lain.
Jika dibandingkan dengan layanan bundling netbook dari operator lainnya, kami optimis karena selain harganya yang terjangkau, produk kami juga dilengkapi berbagai konten dari Telkomsel, ujarnya.
Telkomsel membanderol netbook itu Rp 4,499 juta sudah mendapatkan modem, akses internet gratis selama 6 bulan dan bisa memanfaatkan fasilitas cicilan bunga 0% selama 6 bulan.
Sementara produsen netbook internasional Acer juga tak mau kalah melakukan promosi serupa. Dalam menyambut Lebaran, Acer membundel netbook paling popularnya Aspire One bersama dengan operator Indosat. Netbook yang dibundel dengan modem dan akses 3G itu dengan potongan hingga Rp 2 juta.
Netbook Acer dengan berat 1 kg itu dibanderol Rp 4,799 juta sudah dilengkapi dengan modem HSDPA dan akses internet 300 MB tiap bulan selama setahun. Banderol itu mendapat potongan Rp 2 juta dari harga seharusnya Rp 6,799 juta.
Brand Manager Consumer Marketing Division PT Acer Indonesia Husen Halim potongan sampai dengan Rp 2 juta itu karena memang sedang melakukan promosi. Bundel hanya berlangsung selama Ramadhan. Apakah bundel itu akan diteruskan lebih dari satu bulan, kami belum diputuskan, katanya.
Tapi tidak semua vendor PC terjun dalam fenomena bundling netbook memanfatkan momentum Lebaran. Business Development Director Consumer Business Dell Indonesia Rudy Sumadi mengatakan sudah biasa melakukan bundling dengan beberapa operator. Namun kegiatan budling jelang Lebaran dinilainya tidak akan efektif.
Dengan budling, konsumen dapat keuntungan mendapat modem. Tapi saat ini pembeli netbook rata-rata sudah punya modem. Kecuali ada konsumen yang kecewa dengan layanan satu operator tertentu, maka mereka akan membeli netbook bundling modem, jelasnya.
Ia menambahkan bundling bisa mengangkat brand netbook tidak terkenal. Namun dari sisi penjualan, bundling tidak akan memberikan dampak pada penjualan. Membundling netbook tidak meningkatkan penjualan secara signifikan, tegasnya.
Sementara kemungkinan konsumen membeli gadget semacam netbook untuk mudik, menurut Ruby tidak akan ada trend seperti itu. Justru menurutnya, budget konsumen sudah habis untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Bahkan Lebaran biasanya terjadi kelesuan penjualan sejak dua pekan sebelum hari H.
Lebaran justru masa yang berat bagi produsen komputer, karena pasti akan terjadi penurunan penjualan bisa lebih dari 10%, timpalnya. [E1]