Senin, 28 Mei 2012 | 19:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
FPDIP Sayangkan Menhan Cari Citra
Headline
Andreas H Pareira - ist
Oleh:
web - Senin, 21 September 2009 | 12:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ditariknya RUU Rahasia Negara membuat anggota Komisi I Andreas H Pareira kecewa. Anggota FPDIP itu menyayangan Menhan Juwono Sudarsono mengutaman citra.

"Sudah jelas kan, Komisi I DPR RI akhirnya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-ndang tersebut, setelah Pemerintah selaku inisiator RUU ini malah mundur untuk kembali melakukan konsolidasi," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9).

Menurutnya, Menhan lebih mengutamakan citra ketimbang nalar intelektual terkait penarikan mendadak RUU Rahasia Negara. Apalagi baginya, tindakan penghentian itu hanya karena alasan serangan oleh sejumlah anasir di masyarakat, tanpa melihat kepada proses pembahasan sejak Agustus 2008, tatkala draf RUU tersebut diserahkan Pemerintah kepada DPR RI untuk dibahas.

"Jadi, setelah diserang melalui media massa oleh sekelompok kecil masyarakat yang menghendaki RUU ini tidak disahkan pada periode ini, buru-buru mereka melalui Menhan menyetop pembahasan," sesalnya.

Dia juga mengingatkan, cara ini jika tidak ditanggapi serius, akan menjadi preseden negatif di masa persidangan legislatif masa-masa mendatang. Dan lagi akan menyenangkan 'agen asing' yang kini menggunakan sejumlah LSM tertentu untuk menyuarakan kepentingan mereka agar negara ini benar-benar 'telanjang'.

"Sehingga segala sesuatu bisa dikendalikan dari luar demi keuntungan kaum neo-kolonialisme dan kapitalisme (nekolim) itu," imbuhnya. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.