INILAH.COM, Jakarta - Ditariknya RUU Rahasia Negara membuat anggota Komisi I Andreas H Pareira kecewa. Anggota FPDIP itu menyayangan Menhan Juwono Sudarsono mengutaman citra.
"Sudah jelas kan, Komisi I DPR RI akhirnya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-ndang tersebut, setelah Pemerintah selaku inisiator RUU ini malah mundur untuk kembali melakukan konsolidasi," ujarnya di Jakarta, Senin (21/9).
Menurutnya, Menhan lebih mengutamakan citra ketimbang nalar intelektual terkait penarikan mendadak RUU Rahasia Negara. Apalagi baginya, tindakan penghentian itu hanya karena alasan serangan oleh sejumlah anasir di masyarakat, tanpa melihat kepada proses pembahasan sejak Agustus 2008, tatkala draf RUU tersebut diserahkan Pemerintah kepada DPR RI untuk dibahas.
"Jadi, setelah diserang melalui media massa oleh sekelompok kecil masyarakat yang menghendaki RUU ini tidak disahkan pada periode ini, buru-buru mereka melalui Menhan menyetop pembahasan," sesalnya.
Dia juga mengingatkan, cara ini jika tidak ditanggapi serius, akan menjadi preseden negatif di masa persidangan legislatif masa-masa mendatang. Dan lagi akan menyenangkan 'agen asing' yang kini menggunakan sejumlah LSM tertentu untuk menyuarakan kepentingan mereka agar negara ini benar-benar 'telanjang'.
"Sehingga segala sesuatu bisa dikendalikan dari luar demi keuntungan kaum neo-kolonialisme dan kapitalisme (nekolim) itu," imbuhnya. [*/ana]