INILAH.COM, Bogota - Flu babi tidak memandang bulu. Gubernur Negara Bagian Cundinamarca, Kolombia, Andres Gonzalez, tengah telah dirawat di rumah sakit. Dia terserang virus H1N1 yang mematikan itu.
Keterangan Dinas Kesehatan Nasional negara bagian tersebut pada Senin (21/9) menyebutkan, Gonzalez, yang mulai memperlihatkan gejala mirip influenza pekan lalu, sekarang dikarantinakan di rumah sakit dan dirawat dengan menggunakan obat-obatan. Demikian sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.
Mereka yang mengadakan kontak dengan Gonzales diperingatkan mengenai kemungkinan risiko terserang flu A tersebut. Wabah ini telah menewaskan 65 dari sebanyak 1.090 orang yang terinfeksi di Kolombia.
Penularan terhadap Gonzalez berasal dari Presiden Kolombia Alvaro Uribe dan 4 pejabat tinggi yang diperiksa positif terserang flu tersebut pada penghujung Agustus.
Uribe terinfeksi flu babi pada penghujung Agustus. Menteri Perlindungan Sosial Kolombia Diego Palacio mengatakan, Uribe menjadi kepala negara kedua yang terserang gejala flu babi, setelah pulang dari Argentina untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara Amerika Selatan.
Menurut seorang pejabat pemerintah pada 11 Agustus lalu, Presiden Kosta Rika Oscar Arias terinfeksi flu babi, sehingga ia menjadi kepala negara pertama yang diketahui terseang flu tersebut.
Keganasan flu babi tak hanya merenggut nyawa warga biasa. Di Ekuador, kepala keamanan Presiden Rafael Correa tewas akibat virus ini. Laman Internet milik pemerintah, El Ciudadano, menyatakan, Letnan Kolonel John Merino meninggal pada 9 Agustus lalu setelah dirawat selama 28 hari di rumah sakit. [*/sss]