Senin, 21 Mei 2012 | 20:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sengketa Batas Jadi Bom Waktu
Headline
Ilustrasi - Istimewa
Oleh:
web - Rabu, 23 September 2009 | 11:36 WIB
INILAH.COM, Kupang - Sikap pemerintah yang terkesan membiarkan sengketa batas wilayah antarnegara dinilai akan menjadi bom waktu. Hal ini berpotensi menimbulkan pecahnya konflik horizontal antarnegara. Terutama penduduk yang bermukim di tapal batas negara.

"Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk mengambil langkah-langkah secepatnya dalam mengatasi situasi tersebut," kata pengamat hukum internasional, Wilhelmus Wetan Songa, di Kupang, Rabu (23/9).

Dosen Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, ini mengemukakan pandangannya menanggapi permintaan Raja Amfoang, Robi Manoh. Yakni, terkait dengan penguasaan 1.069 hektare lahan warga Timor Leste dari Distrik Oecusse di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 2006.

"Apabila masalah sengketa batas wilayah antarnegara tidak ditangani secara serius sejak dini oleh pemerintah pusat dan daerah, maka konflik horizontal yang mengarah pada perang saudara. Tinggal menunggu waktu saja," imbuhnya.

Menurut Wetan Songa, penyelesaiaan sengketa batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia, Australia, Timor Leste, dan negara tentangga lainnya terlalu berlarut-larut. Sehingga, ada anggapan dari daerah bahwa masalah batas wilayah antarnegara menjadi urusan pemerintah pusat.

Anggapan ini pun serta-merta diamini pemerintah pusat. Sehingga ketika akan menyelesaikan masalah sengketa batas wilayah antarnegara, pemerintah daerah tidak menjadi prioritas untuk dilibatkan dalam penyelesaian masalah batas tersebut.[*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.