INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Kamis,(24/9) pada pukul 08.30 wib dibuka pada level 9.640. Dibandingkan penutupan pada Kamis (17/9) lalu Rupiah ditutup pada level 9.580, Rupiah mengalami pelemahan 60 poin.
Pengamat pasar uang PT Integral Investama, Tony Mariano mengatakan Rupiah akan cenderung menguat tetapi mengalami pergerakan terbatas. "Setelah liburan panjang kita masih menunggu rekasi pasar," tutur Tony saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (24/9).
Tony memproyeksikan Rupiah hari ini berkisar di level 9.650-9.750. Bursa saham regional yang positif juga diharapkan bisa berdampak ke indeks saham sehingga mendukung penguatan Rupiah.
Hal senada diungkapkan Kepala Riset Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, Rupiah hari ini akan cenderung menguat. Hal ini dikarenakan mata uang dollar AS cenderung menurun sehingga investor menaruh investasi ke investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. "Perbaikan ekonomi membuat investor beralih investasi ke tempat lain, investor meminjam dollar dengan bunga rendah dan diinvestasikan ke tempat lain," ujar Purbaya.
Ia menambahkan faktor global seperti indeks dow jones negatif kemarin akan memberikan sentimen negatif ke indeks saham. Selain itu, investor domestik belum terlalu aktif setelah liburan panjang akan mempengaruhi Rupiah. Purbaya meramal pergerakan Rupiah mengalami penguatan berkisar di level 9.500-9750. [cms]