Senin, 28 Mei 2012 | 19:08 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soekarwo Setuju Hapus Pilkada Langsung
Oleh:
web - Kamis, 24 September 2009 | 13:32 WIB
INILAH.COM, Surabaya Sistem demokrasi langsung tampaknya kembali ingin dihidupkan. Setidaknya berdasarkan usulan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto yang ingin menghapus pilkada langsung dan mengembalikan ke mekanisme demokrasi perwakilan. Usulan ini diamini Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Menurut Soekarwo, usulan Mardiyanto sangat empiris dan rasional. Hal itu juga menurutnya sesuai dengan pasal 18 UUD 1945, yakni dipilih secara demokratis.

"Dari segi manajemen pengelolaan terhadap kepentingan masyarakat banyak, saya setuju karena menjadi lebih sederhana dan mudah," kata Soekarwo kepada wartawan, usai sidak hari pertama masuk kerja PNS, di kantor Gubernur Jatim, Kamis (24/9).

Menurut dia, usulan pilkada secara langsung dihapus karena alasan efektivitas dan efisiensi. Selain itu, kasus Pilgub Jatim yang digelar hingga tiga putaran dan menghabiskan anggaran negara hampir Rp 1 triliun menjadi contoh kasus suatu pilkada yang tidak efisien.

"Jadi saya dan Gus Ipul itu juga mewakili presiden, wakil presiden, dan menteri di Jatim. Jika ada menteri jalan sendiri, itu salah menurut undang-undang," imbuhnya. [beritajatim.com/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.