INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Life menyiapkan dana untuk membayarkan kerugian yang ditimbulkan terhadap nasabahnya sebesar Rp 350 miliar, dari dana Medium Secure Notes (MSN) yang diterbitkan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 4,5 triliun.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Soetanto, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (25/9). "Dana investasi yang harus dibayarkan sebesar Rp350 miliar jadi solvabilitas mencukupi," ujarnya.
Keputusan tersebut, menurut Timoer, berdasar hasil pertemuan manajemen Bakrie Life dengan pemegang saham perusahaan.
Sebelumnya, BNBR menerbitkan MSN sebesar Rp 4,5 triliun pada bulan Mei lalu. Menurut Timoer, sebesar Rp 500 miliar akan dialokasikan ke Bakrie Life untuk restrukrisasi. "Itu rencana awalnya" ujarnya.
Sementara untuk pembayarannya sendiri, pihak manajemen masih belum menentukan skema apa yang tepat untuk dapat memenuhi keinginan nasabah. "Memang sudah ada beberapa skema, tapi masih terlalu awal kita putuskan. Yang jelas baru akan diputuskan kalau kita sudah bertemu dengan nasabah," ujarnya.
Anwar juga menegaskan, bahwa pada prinsipnya mekanisme pembayaran akan lebih baik dari yang ditawarkan sebelumnya yaitu sebesar 1% per bulan.
Pihak Bakrie Life merencanakan akan melakukan pertemuan kembali dengan para nasabah, pekan depan. "Pertemuannya per area, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Jawa," ujarnya.
Sebelumnya, Bakrie Life telah berkomitmen untuk dapat memberikan jawaban kepada nasabah terkait pembayaran dana nasabah, selama 30 hari sejak 23 September 2009. "Uangnya sudah ada, tapi belum masuk ke perusahaan, akhir November inbi sudah siap," ujarnya.
Timoer menjelaskan, kerugian yang terjadi ditimbulkan dari krisis ekonomi yang terjadi sehingga menyebabkan missmatch antara aset dan liabilities perusahaan. "Krisis global menyebabkan nilai aset kami jatuh di pasar modal," ujarnya.
Bakrie Life menginvestasikan dananya pada 20-25 saham teraktif dalam LQ 45, dan sekitar maksimal 25% pada saham Grup Bakrie. "Itu sesuai peraturan," ujarnya.
Sebelumnya, Bakrie Life mulai gagal membayar manfaat investasi pada Juli dan Agustus 2009 lalu. Sementara kinerja perusahaan sudah menurun dan berada pada posisi minus sejak Oktober 2008. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !