inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bakrie Life Bayar Nasabah Dari MSN BNBR

Headline
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Jumat, 25 September 2009 | 15:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Life menyiapkan dana untuk membayarkan kerugian yang ditimbulkan terhadap nasabahnya sebesar Rp 350 miliar, dari dana Medium Secure Notes (MSN) yang diterbitkan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 4,5 triliun.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Soetanto, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (25/9). "Dana investasi yang harus dibayarkan sebesar Rp350 miliar jadi solvabilitas mencukupi," ujarnya.

Keputusan tersebut, menurut Timoer, berdasar hasil pertemuan manajemen Bakrie Life dengan pemegang saham perusahaan.

Sebelumnya, BNBR menerbitkan MSN sebesar Rp 4,5 triliun pada bulan Mei lalu. Menurut Timoer, sebesar Rp 500 miliar akan dialokasikan ke Bakrie Life untuk restrukrisasi. "Itu rencana awalnya" ujarnya.

Sementara untuk pembayarannya sendiri, pihak manajemen masih belum menentukan skema apa yang tepat untuk dapat memenuhi keinginan nasabah. "Memang sudah ada beberapa skema, tapi masih terlalu awal kita putuskan. Yang jelas baru akan diputuskan kalau kita sudah bertemu dengan nasabah," ujarnya.

Anwar juga menegaskan, bahwa pada prinsipnya mekanisme pembayaran akan lebih baik dari yang ditawarkan sebelumnya yaitu sebesar 1% per bulan.

Pihak Bakrie Life merencanakan akan melakukan pertemuan kembali dengan para nasabah, pekan depan. "Pertemuannya per area, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Jawa," ujarnya.

Sebelumnya, Bakrie Life telah berkomitmen untuk dapat memberikan jawaban kepada nasabah terkait pembayaran dana nasabah, selama 30 hari sejak 23 September 2009. "Uangnya sudah ada, tapi belum masuk ke perusahaan, akhir November inbi sudah siap," ujarnya.

Timoer menjelaskan, kerugian yang terjadi ditimbulkan dari krisis ekonomi yang terjadi sehingga menyebabkan missmatch antara aset dan liabilities perusahaan. "Krisis global menyebabkan nilai aset kami jatuh di pasar modal," ujarnya.

Bakrie Life menginvestasikan dananya pada 20-25 saham teraktif dalam LQ 45, dan sekitar maksimal 25% pada saham Grup Bakrie. "Itu sesuai peraturan," ujarnya.

Sebelumnya, Bakrie Life mulai gagal membayar manfaat investasi pada Juli dan Agustus 2009 lalu. Sementara kinerja perusahaan sudah menurun dan berada pada posisi minus sejak Oktober 2008. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Veronica Velicia @ Minggu, 27 September 2009 | 22:48 WIB
Saya benar2 sangat kecewa dgn Bakrie Life krn selama ini banyak janji2 melulu, sebentar keluar pengumuman, pengumuman belum ditepati sudah keluar pengumuman yg lain lagi.dan disini Pemerintah kesannya lamban dalam menangani,padahal byk org2 yg sudah melapor ke Bappepam.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.