INILAH.COM, Jakarta - Menjelang deadline 1 Oktober, Tim Penyaring Calon Plt Pimpinan KPK alias Tim 5 terus berupaya memunculkan pengganti 3 pimpinan KPK yang telah menjadi tersangka. Dan nama-namanya sudah ada di dalam benak mereka. Siapa-siapa saja?
"Nama-nama ada di benak kami. Tapi nggak bisa diumumkan, karena nama-nama di-approve dulu," ungkap anggota Tim 5 Adnan Buyung Nasution di Kantor Wantimpres, Jakarta, Sabtu (26/9).
Sebab, lanjut dia, risikonya menjadi pimpinan KPK banyak. Bisa terjadi peristiwa seperti Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto yang menjadi tersangka penyalahgunaan wewenang. Sedangkan Ketua KPK Antasari Azhar menjadi tersangka kasus pembunuhan sehingga sudah dinonaktifkan.
"Ini mesti disadari, yaitu bahwa menjalankan pekerjaan KPK ini ada risiko. Jadi mesti fair. Kita beri kesempatan mereka berpikir dulu, melakukan salat istikharah dulu. Kadi butuh waktu," ujar Buyung.
Pihaknya, sambung dia, sedang dalam proses menghubungi nama-nama yang ada di dalam benak pikiran tim yang dibentuk oleh Presiden SBY ini. Nama-nama tersebut dari berbagai usulan yang kemudian digodok dan disaring.
"Sedang dalam proses, ada beberapa nama, tapi belum bisa saya umumkan, karena belum pasti masuk. Kita tetap perlu 3 orang. Seberapa banyak yang masuk, terserah. Kita sekarang masih mencatat terus, menjaring terus, dan memantau terus," urai Buyung. [sss]