Minggu, 27 Mei 2012 | 07:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Reksadana Saham Pilihan Investor Hingga 2010
Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh: Agustina Melani
web - Minggu, 27 September 2009 | 08:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Diperkirakan pada 2009 hingga 2010 produk reksadana saham dan terproteksi akan menjadi pilihan investor.

Hal itu disampaikan analis dari PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana, saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (26/9). Wawan mengatakan reksadana saham tahun ini hingga 2010 memiliki prospek cukup cerah. Wawan meramal indeks saham menuju level 2.500 hingga 2.600 hingga akhir tahun ini.

Hal ini dikarenakan indeks relatif nasik tinggi dari awal tahun mencapai 80 %. "Kondisi ekonomi membaik, BI Rate turun, dan kredit mulai dikucurkan sehingga sektor riil mulai jalan.Indeks saham akan berpotensi naik, serta reksadana saham berprospek cerah," tutur Wawan.

Menurutnya, reksadana terproteksi dan reksadana saham akan tetap menjadi fokus investor tahun ini hingga 2010. Suku bunga turun membuat pihak yang menaruh dana di deposito melirik reksadana terproteksi. Wawan mengatakan bila investor mengunci dana di reksadana terproteksi dalam jangka waktu 2 hingga 3 tahun bisa mendapatkan keuntungan 10% hingga 12 % lebih tinggi dari deposito.
"Bank akan tertarik untuk menjual reksadana terproteksi karena mendapat fee dari penjualan, ditambah tahun ini banyak pihak menerbitkan obligasi dan pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN). Obligasi dan SUN termasuk bahan bakar reksadana terproteksi," jelas Wawan.

Beberapa waktu lalu, Direktur PT Schroder Invesment Managemen Indonesia, Michael Tjoajadi mengatakan industri reksadana akan tumbuh sekitar 20% hingga 25% tahun depan. Hal ini mengingat indeks saham kembali berpotensi menguat. Hingga akhir tahun dana kelolaan reksadana bisa mencapai Rp 100,3 triliun.

Namun, industri reksadana menghadapi masalah bila instrumen investasi terbatas. Michael mengatakan banyak investor mulai melirik reksadana tetapi supply instrumen investasi terbatas. "Saat ini penawaran saham umum perdana banyak tetapi emiten kecil sedangkan industri reksadana melirik emiten besar," tutur Michael saat itu.

Wawan menyarankan investor yang berinvestasi di reksadana saham dan terproteksi mempunyai tujuan dan target keuntungan. Menurutnya, investor yang menanamkan dana di reksadana sebaiknya menggunakan dana yang bukan digunakan sehari-hari. "Untuk reksadana terpoteksi sebaiknya investor siap mengunci dana di reksadana dalam jangka waktu 3 tahun untuk mendapatkan keuntungan,"ujar Wawan.

Ia menambahkan, reksadana saham termasuk investasi jangka panjang. Tetapi investor bisa merealisasikan keuntungan dengan memiliki target. Wawan mencontohkan bila investor sudah menargetkan mendapatkan keuntungan reksadana saham sekitar 20% hingga 30 % sebaiknya segera merealisasikan keuntungan tersebut. Lalu, keuntungan tersebut bisa ditaruh di tempat yang aman. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
YOYOK
Sabtu, 1 Januari 2011 | 14:32 WIB
apakah reksadana saham punya prospek ditahun 2011, reksadana saham mana yang punya prospek hingga 5 tahun ke depan, mohon diinfokan ke YOYOK JL. LETNAN ROJAPEN NO ; 45 RT 01 RW 08 KARANGANYAR GUMUKMAS JEMBER
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.